Breaking News:

Serial 'Alice in Arabia' Dorong Islamofobia

keputusan ABC Family membatalkan drama seri kontroversial "Alice in Arabia" disambut gembira Muslim Amerika.

Serial 'Alice in Arabia' Dorong Islamofobia
onislam.net

SERAMBIUMMAH.COM,  NEW YORK - Keputusan ABC Family membatalkan drama seri kontroversial "Alice in Arabia" disambut gembira Muslim Amerika. Pasalnya, drama itu dianggap keliru menggambarkan Islam dan Muslim secara benar.

Direktur Eksekutif Dewan Hubungan Amerika-Islam, Hussam Aylous mengatakan drama tersebut berpotensi merusak keharmonisan hubungan antara Islam dan Amerika. Apalagi dalam cerita itu dikisahkan seorang perempuan Amerika diculik dari keluarga besarnya, dan terpaksa tinggal di Arab Saudi.

"Acara ini mendorong Islamofobia," ucap dia seperti dilansir onislam.net, Senin (24/3).

Presiden ADC Samer Khalaf, mengatakan drama itu memperkuat stereotip yang merugikan masyarakat kefanatikan dan kebencian. Yang benar, drama ini memiliki kewajiban untuk memberikan pengaruh positif bukan membenci orang lain karena pandangan sempit.

Sebelumnya, kata Khalaf, ADC sempat prihatin dengan karakter animasi Aladdin yang menggambarkan Arab Saudi sebagai negara biada. Ini merupakan satu contoh kasus dimana dunia Arab lebih identik dengan miliader, penari perut dan hal negatif lain.

"Komunitas Arab di AS sangat menyesalkan hal itu," kata dia.

Penggambaran Arab sebagai teroris , katanya , juga diabadikan oleh beberapa karakter di Fox 24 dan Tyrant mendatang FX. Ketika dikonfirmasi, ABC membantah tuduhan itu. Menurut ABC, drama itu tak lebih dari proses kreatif.(rol)

Berita Populer
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved