Ajarkan Kitab Penawar Hati

Pengajian Ustadz H Muhammad Yunus, memang tak punya nama. Bahkan, bangunan khusus sebagaimana

Ajarkan Kitab Penawar Hati
BPost Group/Hanani
IBU-IBU mengikuti majelis taklim yang dipimpin Guru Yunus. 

“Yang jelas kami melaksanakaannya semata hanya untuk berdakwah, dan berbagi ilmu agama,” jelas dia.

Disebutkan, karena misinya berdakwah dan berbagi ilmu agama, siapapun yang datang untuk belajar akan diterima, sekalipun di luar jadwal pengajian.

Guru Yunus mengakui, untuk pendidikan formal dia sendiri tak menamatkan SD. Meski demikian, bekal ilmu agama yang diperolehnya dari berguru ke para ulama, ditambah terus belajar menjadi modal untuk berbagi pengetahuan.

Adapun materi yang disampaikan kepada jemaah, meliputi ilmu tauhid, fikih, tasawuf dan ilmu-ilmu fardlu ain. Adapula nahu atau ilmu bahasa Arab serta berbagai macam kitab yang ditulis dengan huruf Arab, tapi berbahasa Melayu. Contohnya, Kitab Penawar Hati, yaitu berisi materi tentang pentingnya menjaga dan memelihara anggota tubuh.

Anggota tubuh yang perlu dijaga, jelas dia seperti kaki, jangan digunakan melangkah ke tempat maksiat, perut jangan sampai diisi makanan tidaka halal, telinga harus digunakan untuk mendengarkan hal yang baik, tangan tidak digunakan untuk melakukan kejahatan, mulut jangan bergunjing daan berkata yang tidak baik, serta kemaluan tidak digunakan untuk berzinah.

Khusus Kitab Penawar Hati, jelas dia, sesuai anjuran dari almarhum KH Majrul, mantan Ketua MUI HST, agar diajarkan kepada masyarakat.

“Saya sampaikan sesuai kemampuan saya, dan berdoa para jemaah mempraktikkan dalam kehidulan sehari-hari. Bukan sekadar didengarkan,” harapnya. (hanani-sofyar redhani)

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved