Gunakanlah Bahasa Sederhana

MENJELANG Pemilu pada 9 April 2014 mendatang, kampanye makin gencar. Anak-anak kadang bertanya

Gunakanlah Bahasa Sederhana
Antarafoto

MENJELANG Pemilu pada 9 April 2014 mendatang, kampanye makin gencar. Anak-anak kadang bertanya, apa itu pemilu dan apa itu politik. Buat apa dan apa manfaatnya. Orangtua perlu menjawab dalam bahasa sederhana.

Orangtua perlu menjawab pertanyaan anak soal politik, kampaye dan pemilu. Namun dengan bahasa tingkatan anak,” kata Ustadz Talhah.

Menurut Talhah, wajar anak ada rasa penasaran dan ingin tahu. Seorang anak rasa keinginan tahunya tinggi. Sebagai orangtua harus sabar dan menjelaskan apa yang ditanyakan anak. Mungkin bisa dikenalkan apa itu anggota Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Dengan memilih anggota DPRD, maka akan bisa memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama di daerahnya,” kata Lurah Pekapuran Laut ini.

Talhah mengatakan, orangtua bisa memberikan jawaban ketika jalan rusak, anggota DPRD setempatlah yang akan memperjuangkan perbaikan jalan rusak itu. Anggota DPRD tersebut nanti akan meminta kepala dinas pekerjaan untuk mengaspalkan jalan yang rusak tersebut.

“Jadi kita memilih anggota DPRD itu untuk kepentingan di wilayah kita juga. Seperti perbaikan jalan, bantuan sosial dan bantuan fisik lainnya. Itulah pemilu dan politik,” ucap Talhah.

Intinya, lanjut Talhah, kepada anak jelaskan memilih wakil rakyat itu untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat daerah pemilihan asalnya. Nah, setiap daerah itu nanti akan mempunyai wakil rakyat yang akan berjuang untuk kepentingan daerahnya.

“Obati rasa ingin tahu anak. Jangan sampai penasaran,” ucap Talhah.

Menurut Talhah, orangtua juga perlu memberi informasi ke anak, ketika memilih wakil rakyat itu pilihlah orang yang jujur dan bisa dipercaya. Jujur artinya tidak suka berbohong. Ketika di masyarakat, berbicaranya tidak sesuai kenyataan, maka jangan dipilih.

Begitu pula, soal amanah atau bisa dipercaya. Ketika di masyarakat ketika dititipi uang untuk kegiatan tertentu, ternyata uangnya malah dibelanjakan untuk kepentingan pribadi itu namanya tidak amanah atau tidak bisa dipercaya.

Halaman
12
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved