Mencari Berkah dari Haul Ulama

Tak hanya warga biasa, para habib, para kepala daerah, para pejabat dan tokoh masyarakat menyediakan waktunya

Mencari Berkah dari Haul Ulama
BPost Group/Apunk
RIBUAN orang mengikuti haul Guru Sekumpul, Martapura. 

SETIAP kali haul KH Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, digelar, ratusan orang yang berasal dari Kalsel, Kalteng, Kaltim dan beberapa daerah lainnya menghadiri acara itu.

Tak hanya warga biasa, para habib, para kepala daerah, para pejabat dan tokoh masyarakat menyediakan waktunya untuk mengikuti haul juriat Syeh Muhammad Arsyad tersebut.

Tak hanya haulan KH Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjar, haul Habib Anis di Solo juga banyak didatangi orang. Begitu juga haulan KH M Zaini Ghani atau Guru Sekumpul di Martapura, Kabupaten Banjar, selalu dihadiri ribuan orang.

Orang yang datang menghadiri haulan tersebut yakin setelah pulang mereka akan dapat berkah dari Allah SWT. Berkah itu mungkin berupa rezeki bertambah, hidup rasa nyaman dan lapangan. Intinya, orang yang menghadiri haulan ulama itu ingin mengambil berkah dari haulan ulama.

Ustadz Sarmiji Aseri mengungkapkan, mengambil berkah menghadiri dan mengikuti peringatan haul ulama boleh-boleh saja. Karena dalam acara haulan biasanya diadakan pembacaan ayat suci Alquran, selawat, zikir, tasbih, tahlil dan membaca doa untuk keselamatan semuanya, baik yang hidup maupun yang meninggal.

“Ini memuliakan, menghormati dan membacakan untuk beliau yang sudah meninggal. Allah ridho dengan amalan kita yang ikhlas. Makanya Allah berkenan memberikan berkah dan karomah atau kemulian kepada kita,” tandasnya.

Perlu diingat, lanjut dia, doa itu dipanjatkan kepada Allah SWT. Memohon keselamatan, keberkahan, ampunan, rahmat  kepada Alllah untuk ulama yang sudah meninggal dan untuk yang masih hidup.

“Berkat membaca doa itu, kita dapat keramat dari Allah bukan dari ulama,” ujar Kasubag Humas IAIN Antasari Banjarmasin ini.

Sarmiji menjelaskan, berkah itu berasal dari bahasa Arab Al-Barokah, artinya suatu limpahan karunia atau rahmat Allah beserta kelebihannya yang tidak diberikan kepada semua orang atau orang tertentu saja.

Sedangkan karomah itu dari bahasa Arab, artinya kemuliaan. Bahkan ada yang mengartikan keistimewaan dan ada pula yang mengartikan kesaktian. Kesaktian itu sebagian kecil yang diberikan keistimewaan, karena ulama orang yang bertakwa kepada Allah dan mendekatkan diri. Lalu diistimewakan oleh Allah dengan menampakkan keramat dan dianggap memiliki  kesaktian.

Di kalangan masyarakat, biasanya ada mitos, si ulama mempunyai kelebihan bisa berjalan atas air. Itu dianggap masyarakat keramat. Padahal yang betul keramat itu adalah kemuliaan dan keistimewaan yang diberikan Allah SWT kepada seseorang karena pribadi yang mulia dan bertakwa kepada Allah.

“Yang perlu menjadi catatan, ulama sosok yang saleh dan yang datang berziarah juga berusaha selalu mengupayakan pribadi yang selalu saleh seperti sosok ulama yang diziarahi,” paparnya. (syaiful anwar-elpian)

Tags
Haul Ulama
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved