Miliki Ruang Bawah Tanah

SEBUAH bangunan besar dan mewah terlihat dari tepi Jalan A Yani km 39, Gang SMAN 1 Martapura,

Miliki Ruang Bawah Tanah
BPost Group/NURHOLIS HUDA
Masjid Al-Furqon 

SEBUAH bangunan besar dan mewah terlihat dari tepi Jalan A Yani km 39, Gang SMAN 1 Martapura, Kabupaten Banjar. Bangunan itu adalah masjid yang diberi nama Al-Furqon.

desain bangunan masjid ini meniru arsitek timur tengah. Kubah di tengah dan empat menara besar yang berada tepat di keempat sudutnya.

Masuk ke dalam, terlihat kemegahannya dan terkesan luas ruang induknya. Bangunan ini terdiri atas dua lantai. Beberapa pekerja masih terlihat sibuk melakukan tugas masing-masing. Utamanya, pengerjaan penyelesaian akhir.

Tempat ibadah ini masih dalam pembangunan. Tapi sudah selesai 100 persen. Yang unik, masjid ini yang pertama di Kabupaten Banjar  mempunyai ruang bawah tanah.

“Ini memang sedang perbaikan, sekalian diperbesar mulai tahun kemarin. Masjid ini dulunya musala Al-Furqon. Dulu kecil. Kemudian diusulkan jadi masjid di era 90-an,” ujar seorang jemaah masjid, Abdul Malik, Rabu (26/3).

Karena jemaah bertambah banyak, munculah wacana dari warga untuk memperbesar bangunan masjid pada di 2013. “Sebelum ada masjid ini, warga yang hendak salat Jumat akan menuju Masjid Attaqwa di Desa Pekauman atau Masjid Jami Martapura atau Masjid Pancasila di simpang Jalan Sekumpul. Sekarang, warga di sini salatnya ke Al- Furqon,” urainya.

Abdul Malik mengatakan, di Masjid Al-Furqon ini, selain salat rawatib juga diisi kegiatan keagaman. Di antaranya, pengajian setiap Jumat malam.

“Ada ceramah agama. Penceramahnya kami datangkan, baik lokal maupun luar daerah. Biasanya mendalami tentang keagaman kontemporer. Tapi tidak ada unsur politik dan sejenisnya,” ucap Abdul Malik.

Selain itu, pengurus Masjid Al-Furqon juga terus menyemarakkan kegiatan pada hari-hari besar keagamaan. Di antaranya, Isra Mikraj, Maulid Nabi, Iduladha dan Idulfitri.

Berdirinya masjid ini juga strategis karena dekat dengan sekolah SMAN 1 Martapura. “Sering juga siswa dan guru SMA 1 Martapura menunaikan salat di sini. Termasuk saat salat Jumat,” susulnya.

Mengenai ruang bawah tanah, Abdul Malik mengatakan kedalamannya antara tiga sampai lima meter. “Ruang bawah tanah itu untuk tempat makan dan musyawarah. Ada juga dapur, tempat wudu dan kamar kecilnya,” ujarnya.

Meski begitu, lanjut dia, ada masalah yang muncul terkait ruang bawah tanah tersebut. “Terjadi genangan air saat hujan. Makanya perlu dana tambahan untuk perbaikan,” ujarnya.

Selama ini, kata Abdul Malik, upaya rehabilitasi bangunan masjid ini berasal dari infaq setiap Jumat dan sumbangan warga serta bantuan pemerintah. “Masih perlu banyak dana lagi untuk merampungkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Al-Furqon, H Salmain, mengatakan masjid ini awalnya musala. Sekitar 1990, diubah menjadi masjid.

“Yang membantu dana saat itu adalah orang Makkah, keluarga dari almarhum Ali Basrail. Kalau tanah, berasal dari wakaf Hj Nurjanah, istri saya,” ujar Salmain. (nurholis huda-alpri w)

Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved