Rahasianya Baca Alquran Selesai Salat

Membaca Alquran tentunya tidak boleh sembarangan. Untuk itu perlu bimbingan agar lebih dulu menguasai tentang tajwid,

Rahasianya Baca Alquran Selesai Salat
ist
Fathurrahman bersama putrinya, Nazla’unnisa (9).

ALQURAN adalah kitab suci umat Islam yang dijadikan pedoman hidup. Sejak lahir, umat Islam sudah mulai dikenalkan apa itu Alquran dan adab serta cara membacanya.

Membaca Alquran tentunya tidak boleh sembarangan. Untuk itu perlu bimbingan agar lebih dulu menguasai tentang tajwid, sehingga dalam membacanya tidak salah.

Bagi sebagian orang, membaca Alquran tidak semata untuk ibadah, melainkan mengandung unsur seni yang menenangkan hati siapa saja yang mendengarnya dan secara tidak langsung siar agama. Karena itulah hadir seni baca Alquran yang kerap diperlombakan, misalnya Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Hal itulah dilakukan Fathurahman, yang sudah banyak menjuarai ajang MTQ di Kalimantan Selatan. Sejak kelas 4 SD, saat tinggal di Martapura, dia sudah mulai diajarkan membaca Alquran. Mulai dari tajwid dan cara membacanya, hingga akhirnya menjadi qori.

Awalnya dirinya mengikuti kategori qori putra. Pertama mengikuti lomba sudah menjadi juara. Kemampuan membaca Alquran dengan indah pun terus dikembangkan, sehingga dirinya sering dikirim menjadi wakil daerah dan menjadi juara MTQ.

“Alhamdulillah, selama mengikuti perlombaan selalu juara MTQ. Ini karena rajin mengasah kemampuan dan terus dilatih,” ujarnya.

Kini, Fathurahman sudah tinggal di Banjarbaru. Demi menularkan ilmunya, sekarang dia pun telah menjadi pembimbing bagi anak-anak yang ingin belajar kepadanya. Bahkan lima dari anak asuhnya telah berhasil menjadi juara MTQ XII 2014.

Keinginan Fathurahman mengajarkan Alquran sangat besar, sehingga siapa pun yang ingin belajar dengannya tentunya diterima. Sebab, dia berharap, umat Islam membudayakan membaca Alquran dimana pun.

“Berkah Alquran itu sangat banyak, termasuk bagi kita sendiri yang membacanya. Selain bisa membuat tenang, membaca Alquran seperti sekarang ini juga diperlombakan sehingga banyak peluang untuk mendapatkan prestasi,” ujarnya.

Bakat itu rupanya menurun kepada putri Fathurahman, Nazla’unnisa (9), yang masih sekolah di SD Cempaka 2, Banjarbaru. Putrinya itu berhasil menjadi juara pertama lomba MTQ untuk kategori tartil di MTQ XII 2014 tingkat Kota Banjarbaru.

Padahal, putrinya itu baru pertama kali mengikuti perlombaan semacam itu. “Saya melihat memang ada bakatnya, suaranya bagus dan nafasnya panjang. Makanya saya ajarkan sejak dia kecil,” ujarnya.

Anaknya itu pun rencananya dikirim ke Pelaihari untuk mewakili Banjarbaru di ajang MTQ tingkat Provinsi Kalsel, mendatang.

Rahasia prestasi Fathurahman dan putrinya itu mungkin tidakterlepas dari kebiasaan mereka. Bersama anak dan istrinya, setiap usai salat Magrib, Fathurahman pasti membaca Alquran. Sebab menurutnya, waktu yang paling bagus dan tenang adalah usai salat Magrib.

“Itu kita rutin dilakukan, satu minggu saja tidak latihan rasa berubah. Jadi tiap hari harus ada menggerenel jar urang. Jadi kadang hari-hari harus bayalin (mengingatkan lagu). Itu memang harus dilakukan,” ujarnya. (man hidayat-anjar wulandari)

Tags
Alquran
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved