Titik Balik Sarah Harvard

Runtuhnya Menara Kembar pada 2001, ikut meruntuhkan kepercayaan diri Sarah Harvard.

Titik Balik Sarah Harvard
net

SERAMBIUMMAH.COM - Runtuhnya Menara Kembar pada 2001, ikut meruntuhkan kepercayaan diri Sarah Harvard. Saat itu, ia berusia delapan tahun. Ia duduk di kelas tiga sekolah dasar.

Seperti anak lainnya, Sarah mencoba memahami mengapa banyak anak kehilangan ibu dan ayahnya dalam kejadian itu.

Ia tak mampu membayangkan kepedihan para korban. Namun ia juga tak  pernah bermimpi mendapatkan perlakuan tak terduga.

’’Kamu teroris,’’ kata teman baik Sarah. Mata tak berdosa sang teman berubah menjadi tatapan penuh mengancam.

Sang teman tahu Sarah pemeluk Islam dan Pemerintah AS menuding Muslim sebagai dalang kejadian itu. Sarah tak percaya hal ini menimpa dirinya.

Tahun itu bagai neraka baginya. Teman-teman Sarah menjauh. Para guru berlaku kejam. Keadaan ini membuat Sarah terkucil.

Khawatir menjadi target diskriminasi dan serangan kekerasan, keluarga Sarah mengganti nama terakhir mereka.

Harvard, jelas Sarah, terdengar akrab di telinga orang Amerika. Saat kelas enam sekolah dasar, seorang pengajar mengumpulkan semua siswa di kelas.

‘’Islam adalah agama yang buruk. Muslim di seluruh dunia membunuh orang-orang non-Muslim tak berdosa,’’ kata Sarah menirukan pernyataan si pengajar. ‘’Kitab suci mereka menyatakan anak Muslim yang baik harus membunuh anak-anak seperti kalian.’’

Sarah ingin membantahnya sebab pandangan itu tak benar. ‘’Saya ingin katakan saya tak pernah menyakiti teman-teman baik saya dan miliaran Muslim memiliki rasa cinta,’’ kata Sarah seperti dikutip laman berita Huffington Post, Ahad (23/3). Namun, ia tak punya kekuatan.

Halaman
123
Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved