Breaking News:

Edisi Cetak

Bernazar

ADA kebiasaan di masyarakat, melakukan nazar bila berhasil mendapatkan sesuatu. Bagaimana jika tidak

Editor: Dheny

Oleh: Gusti Makmur
ADA kebiasaan di masyarakat, melakukan nazar bila berhasil mendapatkan sesuatu. Bagaimana jika tidak dilaksanakan pada waktunya.

Pengirim: 085293322xxx.

NAZAR secara etimologis, berjanji akan melakukan sesuatu yang baik atau buruk. Dalam terminologi syariah, adalah menetapkan atau mewajibkan melakukan sesuatu yang secara syariah tidak wajib.

Contoh bernazar, “apabila saya lulus ujian, saya akan berpuasa sunah sehari” atau “apabila anak saya sembuh sakitnya, saya akan bersedekah pada orang miskin”.

Apabila orang yang bernazar tidak melakukan nazarnya, baik karena tidak mampu atau tidak mau, konsekuensinya harus melihat dahulu apakah termasuk nazar ibadah, mubah, maksiat, makruh atau syirik.

Intinya, harus membayar kafarah yamin (tebusan sumpah).

Urutan tebusan sumpah bagi yang tidak melaksanakan nazar, sebagai berikut (pilih salah satu prioritas berdasar urutan):

a. Memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau
b. Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau
c. Memerdekakan satu orang budak
d. Jika tidak mampu ketiga hal di atas, barulah menunaikan pilihan berpuasa selama tiga hari.

Dan apabila yang bernazar meninggal, keluarga atau ahli waris yang wajib menunaikan nazar tersebut. (*)

Tags
Nazar
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved