Breaking News:

Edisi Cetak

Tolak Serangan Fajar Menjelang Pencoblosan

Dalam sebuah permainan, misalnya sepak bola, jika menang secara fair, tentu akan memberikan kepuasan

Editor: Dheny
Tolak Serangan Fajar Menjelang Pencoblosan
Republika/Tahta Aidilla
Pegiat Pemilu Bersih melakukan aksi kampanye Tolak Politik Uang di Bundaran HI, Jakarta, Ahad (23/2).

Pemberi dan Penerima Berdosa

Dalam sebuah permainan, misalnya sepak bola, jika menang secara fair, tentu akan memberikan kepuasan tersendiri, baik terhadap tim pemenang maupun pendukungnya. Begitulah yang diharapkan para calon legislatif pada saat Pemilu 2014, yang digelar 9 April nanti.

Namun, karena pemilu bisa diibaratkan sebagai sebuah permainan, maka hasilnya pun bisa pula diatur. Kalau dalam sepak bola ada istilah menyogok wasit atau tim lawan, maka dalam perhelatan pemilu ini dinamakan serangan fajar.

Aksi itu biasanya dilakukan beberapa jam sebelum pencoblosan pada pagi hari, sehingga disebut serangan fajar. Para caleg atau tim suksesnya mendatangi masyarakat sambil menyodorkan uang atau sembako, agar dipilih saat pemilu nanti.

Cara ini tentu sangat tidak dibenarkan. Sebab, kalau meminjam istilah sepak bola, ini jelas tidak fair play.

Islam secara tegas juga melarang perbuatan tersebut. Pemberi dan penerima sumbangan dalam serangan fajar tersebut, dinilai telah telah melakukan perbuatah terlarang sehingga berdosa.

Pengirim: 08875091xxx

Terima Tapi Jangan Coblos

Pemilu Legislatif tinggal beberapa hari lagi. Biasanya sejumlah oknum caleg yang tidak jujur dan tim suksesnya, kasak-kusuk mengatur strategi. Salah satunya menyiapkan serangan fajar, yaitu mengucurkan dana atau bantuan kepada masyarakat pemilih, agar memilih dirinya saat pencoblosan.

Fenomena ini tampaknya tidak pernah berubah sejak pemilu-pemilu sebelumnya. Ini, menggambarkan bahwa oknum caleg tersebut berlaku curang, sebelum terpilih. Bisa dibayangkan bagaimana nanti kalau yang bersangkutan duduk di singgasana empuk di dewan.

Halaman
123
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved