Breaking News:

Masjid Agung Al-Baitul Qadim, Pembangunannya Dibantu Umat Nasrani

Masjid Agung Al-Baitul Qadim Air Mata yang terletak di Jalan Trikora No.32 Kota Kupang, merupakan masjid pertama dan tertua

Editor: Edinayanti
net
Masjid Agung Al-Baitul Qadim 

SERAMBIUMMAH.CO.ID - Masjid Agung Al-Baitul Qadim Air Mata yang terletak di Jalan Trikora No.32 Kota Kupang, merupakan masjid pertama dan tertua di Pulau Timor bagian barat Nusa Tenggara Timur (NTT).

Masjid ini dilukiskan sebagai simbol pemersatu antarumat beragama di Kota Kupang dan sekitarnya, karena dibangun bersama umat Nasrani yang hidup dan menetap di Kampung Air Mata.

Masjid Agung Al-Baitul Qadim tidak hanya tercatat sebagai simbol pemersatu, tetapi juga menjadi potret sejarah masuknya agama Islam pertama di Pulau Timor.

Menurut sejumlah sumber pustaka, masjid yang berusia sekitar 207 tahun itu dibangun di atas tanah hibah Sya`ban bin Sanga Kala pada 1806 bersama dengan Kyai Arsyad (tokoh pergerakan Banten yang dibuang Belanda ke Kupang) dibantu umat Kristiani yang ada di sekitar kampung Air Mata Kupang.

Masjid Al-Baitul Qadim merupakan masjid pertama dan tertua di Pulau Timor, dan dijadikan sebagai pusat penyebaran agama Islam pada saat itu hingga sampai ke Timor Portugis (Timor Leste sekarang).

Sya`ban bin Sanga Kala merupakan warga muslim pertama yang menginjakkan kakinya di Pulau Timor dalam pelayarannya dari Pulau Solor di Kabupaten Flores Timur. Ia berasal dari Mananga, sebuah perkampungan sunyi di Pulau Solor bagian barat.

Peneliti masuknya agama Islam di NTT Munandjar Widiyatmika mengatakan Islam masuk pertama kali di NTT mulai dari Pulau Solor di Kabupaten Flores Timur pada abad ke-15 oleh para pedagang yang juga ulama dari Palembang Syahbudin bin Salman Al Faris yang kemudian dikenal dengan sebutan Sultan Menanga.

"Dapat kita pahami bahwa bila kemudian penyebaran agama Islam pertama di Air Mata Kupang adalah ulama dari Menanga, karena memang Islam di Pulau Timor bermula masuk dari sana," katanya menjelaskan.

Hampir enam tahun lamanya (1806-1812) masjid agung tersebut baru selesai dibangun. Pada 1984, imam masjid turunan ketujuh Birando bin Taher mulai melakukan pemugaran atas masjid bersejarah itu guna melestarikan keberadaannya sebagai pusat penyebaran Islam di Pulau Timor.

Imam Birando bin Taher mengatakan Masjid Agung Air Mata bukanlah masjid pertama kali dibangun di Kupang. Sebelumnya sudah dua kali masjid dibangun oleh Kyai Arsyad, namun diberangus oleh penjajah Belanda.

Halaman
123
Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved