Breaking News:

Islamic Centre Al Madani, Memikat di Tempat Terbatas

Kubah hadir dalam bentuk oktagonal sehingga dari kejauhan bentuk atap masjid ini terlihat menyerupai tumpeng.

Islamic Centre Al Madani, Memikat di Tempat Terbatas
Republika/Agung Supriyanto
Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin memberikan sambutannya dalam peresmian Gedung Islamic Center Al Madani Muhammadiyah cabang Kayu Putih, Jakarta Timur.

SERAMBIUMMAH.COM - Kubah hadir dalam bentuk oktagonal sehingga dari kejauhan bentuk atap masjid ini terlihat menyerupai tumpeng.

Jangan pernah Anda bayangkan bangunan luas dan megah ketika menyebut nama Islamic Centre Al Madani.

Meski menempelkan embel-embel sebagai pusat kegiatan dakwah Islam, bangunan milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kayu Putih ini sebenarnya hanya berdiri di atas lahan seluas 495 meter persegi.

Untuk ukuran sebuah Islamic centre, sesungguhnya hamparan seluas itu sangatlah kecil. Apalagi jika dibandingkan dengan Islamic centre di berbagai tempat yang memiliki hamparan lahan hingga berhektare-hektare.

Namun, seperti idiom Inggris termasyhur, jangan menilai buku dari sampulnya! Begitu juga halnya dengan Islamic Centre Al Madani. Lahan yang terbatas itu bukanlah hambatan untuk berkreasi.

Berdiri di atas lahan yang terbatas, bangunan yang disajikan pada Islamic Centre Al Madani tetaplah memikat. Rancangan bangunan ini digarap secara keroyokan oleh sembilan arsitek dan ahli teknik sipil. Hasilnya, tersajilah sebuah bangunan dengan konsep persegi delapan serta permainan lengkungan yang menghiasi setiap sisi-sisinya.

''Memang ada pengaruh dari bentuk di Masjid Nabawi, terutama di bagian menaranya. Tetapi, tidak seluruhnya mirip,'' kata Dita Trisnawan, salah seorang arsitek yang menuntaskan penggarapan masjid ini.

Keluar dari pakem
Dita mengatakan, berupaya untuk menyajikan bentuk atap masjid yang unik bagi bangunan Islamic Centre Al Madani ini. Jika masjid-masjid di dunia kerap menggunakan bentuk atap setengah lingkaran atau bentuk bawang, tidak demikian halnya dengan bangunan ini.

Ia ternyata menghadirkan kubah berbentuk oktagonal atau persegi delapan. Dari kejauhan, bentuk atap masjid ini terlihat menyerupai tumpeng.

''Saya itu ingin bentuk atap masjid itu tidak selalu berbentuk bulat. Itulah yang coba saya terapkan di Islamic Centre Al Madani ini, bentuknya sengaja saya hadirkan unik, tak ada di tempat lain,'' kata pria yang juga aktif sebagai dosen arsitektur dan urban desain di Universitas Indonesia ini.

Bentuk semacam itu juga dihadirkan pada tiga buah menara yang ada di bagian atap masjid. Menara-menara tersebut menempel langsung dengan bangunan utama. Model perancangan semacam ini cukup jarang terlihat.(rol)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved