Amanah Allah yang Harus Dilaksanakan

TIDAK pernah terbesit dalam pikiran dr Hj Rafiqoh kalau dirinya akan mendapat kepercayaan sebagai Direktur Rumah Sakit Islam Banjarmasin.

Amanah Allah yang Harus Dilaksanakan
BANJARMASIN POST GROUP/M ELHAMI
dr Hj Rafiqoh, direktur Rumah Sakit Islam Banjarmasin.

SERAMBIUMMAH.COM - TIDAK pernah terbesit dalam pikiran dr Hj Rafiqoh kalau dirinya akan mendapat kepercayaan sebagai Direktur Rumah Sakit Islam Banjarmasin.

Bahkan hingga menjalani pelantikan, dia masih seperti tidak menyangka mendapat mandat besar itu.

Pembawaannya sederhana, santun dan disiplin dalam pekerjaan menjadi modal utama Rafiqoh untuk mengemban amanat yang dipercayakan kepadanya.

Selain itu, dia juga berkeyakinan bahwa selama ini tidak pernah meminta jabatan. Tetapi jika ada orang lain yang mempercayakan, maka dirinya harus menerima sesuai kemampuan dan melaksanakan sebaik-baiknya.

Kalimat penuh makna itu disampaikan Rafiqoh saat ditemui di ruang kerjanya di lingkungan RS Islam Jalan S Parman Banjarmasin, beberapa hari setelah dilantik sebagai Direktur RS Islam.

Rafiqoh mengatakan, dirinya memang sejak awal sudah menyukai dunia medis (kesehatan). Utamanya setelah dia berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Yarsi Jakarta, dan langsung memilih bekerja sebagai Pengawai Tidak Tetap (PTT) di RS Umum Tanjung.

“2003 saya menjadi staf media di RS Islam Banjarmasin. Tahun 2009 menjadi Wakil Direktur Bidang Medis,” kata Rafiqoh kepada Serambi UmmaH.

Sebelum menggantikan Direktur RS Islam Banjarmasin yang lama, dr Muhammad Isa SpP, Rafiqoh sempat beberapa bulan menjadi pelaksana tugas (Plt). Kemudian, melalui musyarawah selama beberapa bulan akhirnya dirinya dipercaya menjadi direktur.

“Awalnya saya menolak, karena merasa masih ada yang lebih baik dari saya. Tapi karena kepercayaan dari bawahan yang mengatakan saya sudah banyak mengetahui kondisi pekerjaan, ya akhirnya saya menerimanya,” ujarnya.

Bagi Rafiqoh, jabatan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Menurut dia, pada hakikatnya manusia hidup telah diberi amanah masing-masing minimal menjaga dirinya sendiri, keluarga dan pekerjaannya.

“Jabatan itu amanah dan nanti harus dipertanggungjawabkan tak hanya kepada bawahan tetapi juga kepada Tuhan. Sebenarnya berat, tapi dengan kebersamaan, saya yakin bisa menjalankan sesuai aturan,” paparnya.

Memilih profesi kesehatan, bagi Rafiqoh, adalah salah satu sarana beribadah kepada Allah. “Ada kepuasaan tersendiri saat menolong orang lain,” ujarnya. (m elhami-choiruman)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved