Edisi Cetak

Awalnya Diistilahkan Massorong

Mereka tambah bersuka cita. Karena tahun ini, selama dua pekan rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten

Awalnya Diistilahkan Massorong
BPOST GROUP
Pesta Adat Tahunan Mapanretasi 

APRIL tahun ini, nelayan di Kabupaten Tanahbumbu, khususnya di pesisir pantai Pagatan, Kecamatan Kusanhilir, kembali menghelat pesta adat tahunan Mappanretasi.

Mereka tambah bersuka cita. Karena tahun ini, selama dua pekan rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Tanahbumbu seperti acara hiburan dan pameran dipusatkan di Kecamatan Kusanhilir.

Pemerintah Kabupaten Tanahbumbu memang mendukung sepenuhnya tradisi para nelayan setempat. Target pemerintah, tradisi nelayan itu bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah. Karena tidak sedikit perputaran uang yang terjadi selama pesta adat tahunan itu digelar.

Mappanretasi, puncaknya dilaksanakan pada 27 April 2014, dimulai dengan proses melarung sesaji yang diboyong para sandro atau tokoh adat nelayan.

Sesaji itu dibawa ke tengah lautan yang sudah disepakati titik larungnya secara turun-temurun. Ukurannya garis laut Gunung Jambangan dan Gunung Sungailoban.

Mappanretasi atau dalam bahasa nelayan Pagatan, memberi makan laut itu sebenarnya sudah mengalami rekayasa budaya. Ini diakui tokoh pemuda yang juga zuriat keluarga dekat Raja Pagatan dan Raja Kusan, Andi Satria Jaya.

Andi, kader Pemuda Organisasi Muhammadiyah yang juga Kepala Desa Kampungbaru Mattone, menceritakan awalnya Mappanretasi disebut Massorong. Tradisi nelayan Pagatan kala itu masih menganut kepercayaan animisme, sekitar 1743 silam.

“Sesajinya kala itu satu kepala kerbau dan terkadang kepala sapi dengan ayam sepasang berwarna hitam dan putih dilarung ke tengah lautan,” jelasnya.

Sebelum prosesi melarung, Raja Pagatan dan Raja Kusan diusung dari Soraja Loppo atau Istana Utama, ke pesisir pantai menandai dimulainya prosesi.

“Kedua kaki raja mereka dibasuh dengan air laut oleh sesepuh adat yang memang diangkat oleh keluarga kerajaan,” ujarnya.

Halaman
12
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved