Islam, Kekuatan Politik Indonesia

Kekuatan Islam di Indonesia tidak bisa diremehkan.

Islam, Kekuatan Politik Indonesia
banjarmasinpost.co.id/restudia
Jajaran pengurus PKB pusat dan Kalsel ketika melaksanakan zikir bersama di GOR Hasanuddin HM Banjarmasin, Minggu (30/3/2014). 

SERAMBIUMMAH.COM,JAKARTA - Kekuatan Islam di Indonesia tidak bisa diremehkan. Ajaran yang dibawa Rasulullah ini tetap menjasi pijakan berbagai aspek kehidupan, termasuk politik.

Sekjen PKB, Imam Nahrawi, menyatakan keberhasilan partainya mendongkrak perolehan suara hingga 100 persen sangat bergantung kepada Islam kultural di Indonesia. Islam yang diterapkan pihaknya menyatu dalam kultur keindonesiaan sehingga menjadi keluhuran yang diterima semua pihak.

"Kesantunan, apresiasi, membaur, dan menyatu dengan semua kalangan," jelas Nahrawi menjelaskan nilai keislaman yang menjadi modal pendekatan kultural partainya, saat dihubungi, Sabtu (12/4). Islam yang menjadi sumber gerakannya bukanlah yang menghakimi kultur masyarakat Indonesia. Nilai keislaman dijadikan ruh kehidupan. Hal itu menjadi sumber gerakan, bahkan nafas kehidupan.

Nilai ketuhanan menjadi dasar spiritual. Aspek kemanusiaan, seperti kebersamaan, tumbuh dan menguat dalam sebuah keluhuran perilaku berbangsa dan bernegara. Keislaman seperti ini jauh dari kekakuan, sebagaimana Islam normatif yang menyebabkan umat terjerembab dalam penghakiman kultur setempat. Pemahaman berbasis kultur dipenuhi kesantunan.

Islam akhirnya menjadi kekuatan yang memikat masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Ini kemudian menjadi kekuatan politik luar biasa. "PKB menerapkan Islam kultural sebagaimana diajarkan sesepuh kami," imbuhnya.

Wasekjen PAN, Kuntum Khairu Basa, menjelaskan, Islam menjadi kekuatan penghapus kolonialisme. Massa dari berbagai kalangan dapat dimobilisasi dengan pemahaman ini, karena nilai sosial dalam Islam menyatukan semua pihak. Hal ini menjadikan Islam sebagai kekuatan politik selalu dinamis.

Pada pemilu Indonesia pertama kali ada partai NU, masyumi, dan lainnya, mendapat dukungan yang besar. Sekarangpun partai Islam masih seperti itu, sehingga berposisi cantik untuk dilamar. "Tidak ada matinya," papar Kuntum.

Dia menyatakan politik Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kekuatan Islam. "Tidak bisa diremehkan," imbuhnya. Islam dan politik bagi Indonesia, ibarat dua sisi mata uang. Hal ini adalah keniscayaan, dan harapan akan perubahan menuju Indonesia penuh kemajuan.(rol)

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved