Inspirasi dari Twitter

Di jagat jejaring sosial twitter, Fahira Idris bukanlah sembarangan nama. Walaupun follower-nya “hanya” 144 ribu akun

Inspirasi dari Twitter
suaraislam.com
fahira idris 

SERAMBIUMMAH.CO.ID - Di jagat jejaring sosial twitter, Fahira Idris bukanlah sembarangan nama. Walaupun follower-nya “hanya” 144 ribu akun, kalah dengan artis-artis yang memiliki pengikut sampai jutaan akun, tetapi akun @fahiraidris tetaplah yang paling fenomenal.

Pada 2010 lalu, Fahira dinobatkan sebagai “The Most Inspiring Twitter”. Wanita terinspiratif sejagad di twitter. Ia memperoleh 71 persen suara, mengungguli Diana Adams, penulis dan wirausahawan asal Atlanta, AS yang mendapatkan 11 persen suara, juga unggul dari Aaron Lee, seorang ahli pemasaran internet asal Malaysia. Pesaing Fahira berasal dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Inggris, India, Filipina, Malaysia dan lain-lain. Lanjut pada Januari 2013 lalu, Fahira terpilih lagi menjadi salah satu dari delapan “Wanita Inspiratif dan Informatif” di twitter versi Fimela.com.

Keaktifannya di dunia twitter ini diakui sendiri oleh Fahira. Sejumlah gerakan sosial-moral di lapangan, seperti Gerakan Anti Miras (GeNAM) yang ia dirikan, posko bencana, dan lainnya awalnya juga dimulai dari laporan para follower-nya di twitter. “Banyak gerakan saya yang lahir dari twitter,” kata putri sulung politisi senior Fahmi Idris ini.

Belakangan dorongan dan dukungan untuk mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari DKI Jakarta pada Pemilu 2014 juga datang dari kawan-kawannya di dunia twitter. Kata Fahira, keluarga dan kawan-kawannya selama ini melihat gerakannya yang selalu menuntut kepada pemerintah, baik pusat maupun daerah. Menurut mereka, perjuangan itu akan lebih efektif bila dilakukan melalui mekanisme yang ada. “Saya sendiri tidak pernah bermimpi menjadi anggota dewan,” ungkap pengusaha dan aktivis kelahiran Jakarta, 20 Maret 1968 itu.

Jalur DPD dipilihnya karena dinilai lebih independen dan leluasa dalam menyampaikan aspirasi. Berbeda halnya dengan DPR yang mengharuskan melalui partai, yang suatu waktu akan bertabrakan kepentingan antara aspirasi dirinya dengan kebijakan partai. Apalagi, kata Fahira, DPD kini telah diberi kewenangan untuk mengusulkan RUU terkait wilayah yang diwakilinya.

“Undang-Undang Kota Megapolitan Jakarta akan jadi prioritas saya. Masalah Jakarta (banjir dan macet) itu lintas wilayah dan provinsi. Perlu sebuah undang-undang untuk membebaskan Jakarta dari banjir dan macet,” ujar Caleg DPD nomor urut 11 ini.

Latar belakang Fahira Idris sebagai seorang aktivis sosial juga menjadikan isu perempuan dan anak sebagai salah satu program aksinya. Fahira bertekad menjadikan Jakarta, kota pertama di Indonesia yang menyandang status kota layak anak, kota yang ramah perempuan, dan ramah kepada para penyandang cacat. Soal isu kesetaraan gender, Fahira mengaku akan ‘perang’ melawan kalangan liberal yang mengagung-agungkan isu tersebut. Fahira Idris juga menjadi satu-satunya Caleg DPD yang mengusung isu miras. “UU Anti Miras itu akan saya kejar sampai manapun, harus jadi,” tegas Fahira yang juga Ketua Umum Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) ini. GeNAM kini telah memiliki 18 kepengurusan di seluruh wilayah Indonesia.

Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved