Edisi Cetak

Mengusir si Hantu Api

“KEBAKARAN ... kebakaran ...,” teriak seorang warga Jalan Rawasari, Kota Banjarmasin, Jumat siang lalu. Mendengar teriakan tersebut

Mengusir si Hantu Api
BANJARMASIN POST GROUP/DOC
Ilustrasi 

KEBAKARAN ... kebakaran ...,” teriak seorang warga Jalan Rawasari, Kota Banjarmasin, Jumat siang lalu. Mendengar teriakan tersebut, ada warga yang membunyikan lonceng atau memukul tiang listrik, ada pula yang mengambil air pakai ember untuk menyiram api, dan ada yang naik ke atap rumah kemudian mengumandangkan azan.

Musibah kebakaran di Kota Banjarmasin cukup sering terjadi. Untuk mencegah meluaskan kebakaran, selain menurunkan pasukan barisan pemadam kebakaran, ada juga sebagian masyarakat yang mengumandangkan azan. Warga berkeyakinan dengan mengumandangkan azan itu mereka dapat mengusir hantu api dan mempercepat upaya pemadamkan api.

“Kebakaran itu biasanya ada si hantu merahnya. Supaya si hantu merahnya takut, warga mengumandangkan azan. Azan itu biasanya mempercepat api padam,” papar Sukri, warga Gambut.

Ustadz Sarmiji Aseri mengatakan, warga yang mengumandangkan azan saat musibah kebakaran terjadi, boleh-boleh saja. Namun saat mengumandangkan azan itu jangan membuka aurat atau tanpa busana.

“Kalau membuka aurat atau tanpa busana, itu menyalahi hukum Islam. Umat Islam wajib menutup aurat, apalagi mengumandangkan azan. Azan merupakan sesuatu disyariatkan Islam,” ujarnya.

Menurut dia, dalam kitab Ianathut Thalibin disebutkan apabila terjadi bencana alam seperti tanah longsor, banjir, tsunami, sewaktu mau berpergian haji, ketika memasukkan mayat ke liang lahat, juga dianjurkan untuk mengumandangkan azan.

Begitu pula di telinga kanan bayi saat baru dilahirkan, disunahkan iqamah di telinga kirinya karena baginda Nabi mengazani telinga Hasan saat ia dilahirkan Fathimah.

“Aku melihat baginda Nabi azan di telingan Hasan saat ia dilahirkan oleh Fathimah” (HR. At-Tirmidzi)

Jadi, kata Sarmiji, yang juga Kasubag Humas IAIN Antasari Banjarmasin, bila ada musibah besar perlu ada seruan azan. “Azan itu untuk mengusir setan,” ujarnya.

Dia mengatakan, ada riwayat, syaitan hendak masuk ke masjid, tapi ada orang mengumandangkan azan. Setan itu mondar-mandir di luar masjid dan Rasulullah yang diberikan kelebihan Allah, melihat setan atau iblis antara ingin masuk dan tidak masuk.

Rasulullah bertanya: “Kenapa mondar-mandir dan tidak masuk saja.”  Iblis menjawab, “Ada orang mengumandangkan azan.”

Menurut Sarmiji, azan merupakan seruan supaya umat Islam ingat kepada Allah, terutama salat lima waktu. (syaiful anwar-elpian)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved