Breaking News:

Edisi Cetak

Serambi UmmaH Edisi 745

MANUSIA takkan bisa bertahan hidup tanpa air. Apalagi 80 persen tubuh kita terdiri atas air. Kini, kita bisa dengan mudah menemukan air

Editor: Sudi
Serambi UmmaH Edisi 745
BANJARMASIN POST GROUP/APUNK
Cover Serambi UmmaH 745

Assalamualaikum wr wb

MANUSIA takkan bisa bertahan hidup tanpa air. Apalagi 80 persen tubuh kita terdiri atas air. Kini, kita bisa dengan mudah menemukan air kemasan dijual. Kondisi demikianlah yang memantik Ketua PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengusulkan fatwa haram air kemasan, dan pemerintah diminta segera mencabut izin perusahaannya.

Dasarnya, berdasar UUD 1945 keberadaan air seharusnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Din juga beralasan, industrialisasi dan liberalisasi ekonomi yang dianut oleh pemerintah Indonesia mengakibatkan pencemaran sumber-sumber air, juga penguasaan sumber-sumber air oleh pihak swasta yang menghalangi akses rakyat kepada sumber air yang sangat penting bagi hidupnya.

Selain mengulas mengenai usulan fatwa haram air kemasan, edisi Serambi UmmaH kali ini juga mengangkat tema mengenai rencana pemberlakukan Perda Kawasan Tanpa Rokok, pada 4 Mei 2014 nanti.

Di tiap tempat yang terkena perda, akan ditempeli stiker mengenai kawasan tanpa rokok. Sebagai gantinya, setiap fasilitas umum diharuskan menyediakan tempat khusus bagi para perokok.

Selain dari segi kesehatan merokok dapat merugikan, Rasulullah SAW secara tersirat pernah melarang umat Islam yang mulutnya berbau akibat memakan bawang, untuk masuk ke masjid.

Di hadis lain, Rasulullah SAW juga menyatakan, siapa yang membuat anak Adam terganggu, maka malaikat pun ikut terganggu. Juga tiap bungkus rokok telah tertera mengenai dampak buruk merokok.

Dalam rubrik Sunnah, dijelaskan adab menguap harus menutup mulut. Selain kurang baik dipandang kalau menguap lebar tanpa memutup mulut, Rasulullah SAW mengatakan kalau menguap akan mendatangkan setan.

Dari segi kesehatan, menguap juga membuka peluang semua mikroba dan debu masuk ke dalam tubuh, tanpa melalui ‘saringan’ seperti ketika udara masuk melalui hidung.

Di rubrik Muamalah disajikan mengenai bisnis ikan koi. Ikan hias yang memiliki warna-warna cerah ini, berharga cukup mahal dan banyak peminatnya. Apalagi kalau ada embel-embel bisa mendatangkan rezeki, harganya dijamin bakal lebil mahal.

Selain bahasan-bahasan tersebut di atas, masih banyak lagi bahasan lain yang dijamin bakal menambah wawasan kita. Semoga sajian Serambi UmmaH kali ini bisa bermanfaat bagi kita.

Wassalamualaikum wr wb

Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved