Syeikh Ahmad Ad Da’ur dan Jalan Dakwahnya

Setelah pasukan Arab memasuki Palestina, ia merasa terbakar dengan api pengkhianatan oleh para oknum pejabat

Syeikh Ahmad Ad Da’ur dan Jalan Dakwahnya

SERAMBI UMMAH.COM - Poros hidup Syeikh Ahmad Ad Da’ur adalah dakwah. Baik ketika menjadi mahasiswa, bekerja di dunia pendidikan, dunia peradilan, di parlemen maupun ketika dijebloskan ke penjara. Bahkan ia pernah menjadi delegasi Hizbut Tahrir untuk mendakwahi pemimpin revolusi Iran Khomaeni.

Syeikh Ahmad lahir tahun 1907 M di kota Qalqiliyah—kota di Palestina sebelah utara Tepi Barat (West Bank). Ia hidup semasa dengan peristiwa pemberontakan tahun 1936, bahkan ia turut mengangkat senjata melawan Yahudi dan Inggris. Ia juga semasa dengan perang tahun 1947-1948.

Setelah pasukan Arab memasuki Palestina, ia merasa terbakar dengan api pengkhianatan oleh para oknum pejabat, tentara dan penguasa, yang menyerahkan negeri dan rakyat pada manusia jahat, Yahudi seperti sesuap nasi yang lezat.

Ia sadar bahwa melenyapkan para penguasa pengkhianat itulah yang dapat menyelamatkan umat dan negeri, ketika pasukan negeri-negeri Arab melindungi negara Yahudi dari serangan rakyat.

Pada tahun 1930, Syeikh Ahmad melanjutkan studinya ke al-Azhar As Syarif, dan lulus tahun 1934 dengan memperoleh ijazah al-alamiyah (setingkat doktor) di bidang peradilan syariah. Setelah lulus, pekerjaan pertamanya adalah sebagai tenaga pengajar, kemudian diangkat sebagai sekretaris pada Mahkamah Syariah di Janin, lalu di Nablus, Palestina.

Ketika sedang menimba ilmu di Universitas Al Azhar itulah Syeikh Ahmad kenal dengan Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani. Ia pun setuju dengan ajakan Syeikh Taqiyuddin an-Nabhani untuk mendirikan Hizbut Tahrir. Maka, ia bergabung dengan Hizbut Tahrir sejak awal kemunculannya dan beraktivitas secara aktif untuk mengembalikan khilafah.

Masuk Parlemen

Syeikh Ahmad mencalonkan diri sebagai anggota parlemen Yordania pada pemilu 1954. Program pemilunya untuk menjadi wakil rakyat sangat tegas dan jelas yaitu mengoreksi penguasa karena loyalitasnya terhadap Inggris dan ketiadaan penerapan Islam. Menariknya, ia pun dengan tegas mengharamkan fungsi wakil rakyat untuk membuat hukum.

Kampanye yang blak-blakan tanpa basa basi menyerang kekufuran tersebut ternyata membuatnya terpilih menjadi anggota parlemen mewakili distrik Thulkarim dan Qalqiliyah.

Jabatan itu ia jadikan peluang untuk menjelaskan pemikiran-pemikiran dan pendapat-pendapat Hizbut Tahrir, menjelaskan apa yang telah diadopsinya dan apa yang akan dilakukannya, serta menyingkap bentuk-bentuk pengkhianatan, menyerang sistem-sistem yang rusak, khususnya di Yordania dan di dunia Islam pada umumnya, sebab sistem-sistem itu dibuat oleh orang-orang kafir yang kemudian diterapkan di negeri-negeri kaum Muslimin.

Halaman
123
Tags
dakwah
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved