Breaking News:

Masjid Saka Tunggal

Usianya Lebih Tua dari Kerajaan Majapahit

Masjid Saka Tunggal Baitussalam atau lebih dikenal dengan Masjid Saka Tunggal, yang terletak di Desa Cikakak

Editor: Edinayanti
net
Sejarah Masjid Saka Tunggal seringkali dikaitkan dengan Tokoh penyebar Islam di Cikakak bernama Mbah Mustolih yang hidup di masa Kesultanan Mataram Kuno. Itu sebabnya, tidak heran bila unsur kejawen masih cukup melekat. Dalam syiar Islam yang dilakukan, Mbah Mustolih memang menjadikan Cikakak sebagai “markas” dengan ditandai pembangunan masjid dengan tiang tunggal tersebut. 

SERAMBIUMMAH.COM - Masjid Saka Tunggal Baitussalam atau lebih dikenal dengan Masjid Saka Tunggal, yang terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, merupakan masjid yang di catat sebagai masjid tertua dan pertama di Indonesia.

Lokasi Saka Tunggal dari jalan raya menuju pintu gerbang masjid, terbilang cukup jauh, letaknya berada di tengah suasana pedesaan Jawa yang begitu kental. Kawasan masjid ini berdekatan dengan Taman Kera, sehingga ketika berada di lokasi, kita akan disambut dengan pemandangan kera-kera yang berkeliaran bebas.

Areal masjid ini terbilang luas, halamannya cukup untuk menampung beberapa kendaraan roda empat dan dua. Di depan halaman masjid juga sudah disediakan tempat berwudhu dan kamar mandi. Kondisinya rapih dan terjaga, karena masjid ini memang sudah di tetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Di belakang masjid juga terdapat pemakaman tua dengan gerbangnya yang masih bertuliskan aksara Jawa. Makam ini secara rutin di ziarahi oleh warga muslim setempat.
 

Masjid ini dibangun pada tahun 1288 Masehi, sebagaimana tertulis di prasasti yang terpahat di saka masjid. Masjid ini juga lebih tua dari kerajaan majapahit yang berdiri tahun 1294 Masehi, disinyalir masjid ini berdiri pada masa kerajaan Singasari. Masjid Saka Tunggal menjadi satu-satunya masjid di pulau Jawa yang dibangun jauh sebelum era Wali Sembilan (Wali Songo) yang hidup sekitar abad 15-16 Masehi. Jika dihitung mundur, masjid ini diperkirakan berdiri 2 abad sebelum era wali songo.

Sejarah Masjid Saka Tunggal seringkali dikaitkan dengan Tokoh penyebar Islam di Cikakak bernama Mbah Mustolih yang hidup di masa Kesultanan Mataram Kuno. Itu sebabnya, tidak heran bila unsur kejawen masih cukup melekat. Dalam syiar Islam yang dilakukan, Mbah Mustolih memang menjadikan Cikakak sebagai “markas” dengan ditandai pembangunan masjid dengan tiang tunggal tersebut.

Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved