Breaking News:

Masjid Uqba Bin Nafi

Masjid Tertua di Dunia yang Masih Kokoh

Salah satu masjid agung yang begitu terkenal di Tunisia adalah masjid Agung di kota Kairouan yang disebut sebut sebagai salah satu

Editor: Edinayanti
net
Masjid Uqba Bin Nafi Tunisia 

SERAMBIUMMAH.COM - Salah satu masjid agung yang begitu terkenal di Tunisia adalah masjid Agung di kota Kairouan yang disebut sebut sebagai salah satu masjid tertua di Bumi, yang masih berdiri kokoh hingga kini.

Masjid agung kota Kairouan resminya bernama Masjid Uqba Bin Nafi atau terkenal juga dengan nama Sidi Uqba atau Uqba Bin Nafis atau Uqba Bin Nafaa. Uqba Bin Nafi adalah salah satu sahabat Rosulullah S.AW. yang juga salah satu panglima perang Islam penakluk Afrika utara ke dalam pangkuan Islam. Beliaulah yang pertama kali membangun masjid ini tahun 670M sekaligus menjadi penguasa muslim pertama di sana.

Teletak di timur laut wilayah medina kota Kairouan, masjid ini masuk dalam wilayah Houmat a-Jami (wilayah Masjid Agung). Lokasi ini memang terkait dengan wilayah asli yang dibangun oleh Panglima Uqba Bin Nafis. Dalam perkembangannya wilayah yang memang menjadi pertemuan beberapa wadi beberapa suku, wilayah inipun berkembang ke arah selatan.

Kota Kairouan berjarak 116 kilometer dari Kota Tunis ibukota Tunisia. Kairouan berjarak 116 kilometer dari Tunis. Perjalanan ke sana membelah padang rumput yang kering. Banyak pohon anggur dan pohon zaitun sepanjang jalan. Ada pohon zaitun yang masih berbuah meski usianya sudah 1.000 tahun, di sepanjang perjalanan dari Tunis ke Kairouan yang beraspal mulus.

Kairouan atau dalam bahasa Arab Qayrawan yang berarti "kemah". Diambil dari Qayrawan yang digunakan oleh pasukan Uqba Bin Nafis selama dalam perjalanan dari Mesir sampai kemudian tiba di lokasi ini dan mendirikan kemah selama beberapa hari. Awalnya Kairouan adalah kota yang terpencil, jauh dari jalur perdagangan. Namun, sekarang menjadi salah satu tujuan wisata dan dianggap kota suci.

Menurut legenda, saat rombongan Uqba berkemah, seekor kuda tersandung oleh sebuah piala yang tertimbun pasir. Piala ini konon hilang dari Mekah beberapa tahun sebelumnya. Ketika piala itu digali dari pasir, secara ajaib air me-mancar yang konon berasal dari sumber yang sama seperti sumber air Zamzam di Mekah.

Cerita inilah yang mendorong kaum Muslim dari berbagai wilayah untuk berziarah ke Kairouan dan sebagian bermukim di sana. Maka selama berabad-abad kemudian Kairouan menjadi salah satu pusat budaya Arab yang penting. Kota ini pun berkembang secara fluktuatif menjadi kota ilmu pengetahuan, pertanian, dan perdagangan.

Masjid agung ini merupakan masjid pertama yang dibangun di kota Kairouan, dibangun tahun 670M tak lama setelah kedatangan muslim Arab ke Afrika utara, bertepatan dengan tahun ke 50 Hijriah.

Ketika menaklukkan Tunisia di tahun 670 M, Panglima Uqba Bin Nafis memilih sendiri lokasi untuk pembangunan masjid ini, tepat di tengah kota yang belau dirikan. Sengaja dibangun berdekatan dengan kantor pusat pemerintahan. 20 tahun setelah dibangun, tepatnya di tahun 690M masjid ini hancur lebur oleh serbuan pasukan suku Berber yang mencaplok kota Kairouan di bawah pimpinan Kusaila.

Tahun 703M, Hasan bin Al-Nu’man yang kemudian membangun kembali masjid ini dari kehancuran. Dengan terus membengkaknya penduduk kota Kairouan dan berkonsekwensi dengan membengkaknya pula jemaah masjid, Khalifah dinasti Umayyah Hisyam Ibnu Malik meminta Gubernur Bishr ibnu Safwan melaksanakan perluasan kota termasuk perluasan Masjid agung Kairouan di tahun 724-728M.

Halaman
12
Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved