Breaking News:

10 Ribu Orang Dukung Petisi Jilbab

Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) berhasil mengumpulkan 10.819 tanda tangan dan 86 cap lembaga dari 13 wilayah

tribunnews.com
Mahasiswi UI demo menuntut agar Polwan diperkenankan mengenakan jilbab 

SERAMBIUMMAH.COM,JAKARTA - Pengurus Besar Pelajar Islam Indonesia (PB PII) berhasil mengumpulkan 10.819 tanda tangan dan 86 cap lembaga dari 13 wilayah di Indonesia dan Mesir yang mendukung petisi berisi desakan kebebasan berjilbab dan penyediaan tempat ibadah di sekolah umum di Bali.

Ketua PB PII Bidang Komunikasi Umat Helmi al-Djufri mengatakan, petisi kebebasan berjilbab bagi pelajar Muslimah itu akan diserahkan kepada wakil menteri pendidikan dan kebudayaan, Jumat (25/4).

Selain menyerahkan petisi, kata Helmi, PB PII juga akan mendesak Kemendikbud turun tangan dalam memastikan penyediaan fasilitas ibadah di berbagai sekolah negeri di Pulau Bali.

Sebanyak 10.819 tanda tangan dan 86 tanda tangan yang disertai cap lembaga, tutur Helmi, juga akan diserahkan sebagai upaya mendorong segera terbitnya peraturan mendikbud tentang seragam sekolah yang belum kunjung disahkan.

''Ini juga mempertegas desakan kepada Kemendikbud untuk turun ke lapangan karena terjadi lepas tanggung jawab antara sekolah dan Dinas Pendidikan di Bali soal jilbab,'' tegas Helmi, Rabu (23/4).

PB PII tak ingin nasib kebebasan berjilbab pada sekolah-sekolah negeri di Bali terus terkatung-katung. Pihaknya mendesak agar peraturan menteri segera disahkan.

PB PII juga akan mendekati calon presiden dan calon wakil presiden untuk memastikan kebebasan berjilab tak berubah. PB PII tetap menyiapkan langkah lain jika petisi ini juga tidak membuat persoalan kebebasan berjilbab ditangani segera.

Menurut Helmi, PII yang juga bagian dari Aliansi Pelajar Mahasiswa Indonesia untuk Kemerdekaan Berjilbab akan mengajak organisasi lain dalam aliansi untuk ikut dalam pertemuan bersama wamendikbud. Helmi mengatakan, gerakan dukungan kebebasan berjilbab akan menjadi gerakan nasional yang masif.

Lempar tanggung jawab

Dari Kabupaten Tabanan, Bali, dilaporkan kepala Dinas Pendidikan dan sekolah saling lempar tanggung jawab terkait kebebasan mengenakan jilbab bagi siswi beragama Islam.

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved