Breaking News:

Apa yang Dilakukan Usai Khatam Alquran

Berdoa setelah khatmul qur’an telah menjadi tradisi para salaf dan sebagian ahli fiqih, bukan hanya itu mereka mengumpulkan keluarga

Imam Ibnu Hibban mengatakan: “Dia diragukan berbagai riwayatnya dan  suka salah jika meriwayatkan dari orang-orang yang tsabit (kuat lagi kokoh), jadi ketika dia banyak menyelisihi orang-orang yang tsabit maka  berhujjah dengannya adalah hal yang batil.” (Al Majruhin, 3/90)

Imam Adz Dzahabi mengatakan:  “Mereka (para ulama) telah melemahkannya dalam masalah hadits.” (Tadzkiratul Huffazh, 1/284), Imam Adz Dzahabi juga mengutip dari Abu Ishaq dalam Thabaqat Al Hanafiyah: “Dia lemah dalam masalah riwayat.” (Siyar A’lamin Nubala, 8/475)

-    Muhammad bin Jabir Al Hanafi Al Yamami

Imam Yahya bin Ma’in mengatakan: Dia bukan apa-apa. (Tarikh Ibni Ma’in, 3/541), Beliau juga mengatakan: Dia seorang buta dan haditsnya mengalami kekacauan (ikhtilath), dulu dia tinggal di Kufah lalu   pindah  ke Al Yamamah dan dia seorang yang dhaif. (Tahzibut Tahzib, 9/89). Amru bin Ali mengatakan: Dia seorang yang jujur tetapi  sering ragu, haditsnya ditinggalkan. Abu Hatim mengatakan: Kitab-kitabnya hilang di akhir usianya sehingga  jeleklah hapalannya, dahulu dia termasuk yang teliti, Ibnu Mahdi mengambil hadits darinya lalu meninggalkannya setelah dia menjadi buruk.  (Ibid)

Imam Bukhari mengatakan: Mereka membincangkan dirinya. (At Tarikh Al Awsath, 2/188), sementara dalam kitabnya yang lain: Dia bukan orang yang kuat. (At Tarikh Al Kabir, 1/53, lihat juga Adh Dhu’afa Ash Shaghir, Hal. 119)

Imam Abu Zur’ah mengatakan: Menurut para ulama, Muhammad bin Jabir haditsnya   gugur. (Imam Ibnu Abi hatim, Al Jarh wa At Ta’dil, 7/220)

-    Laits bin Abi Sulaim

Imam Ahmad mengatakan: haditsnya guncang. Imam Yahya bin Ma’in dan Imam An Nasa’i mengatakan: dhaif. Imam Ibnu Hibban mengatakan: Di akhir hayatnya dia mengalami kekacauan hapalan. (Imam Adz Dzahabi, Mizanul I’tidal, 3/420)

Nah, tiga perawi inilah yang membuat dhaifnya hadits ini menurut para ulama. Diantaranya dikatakan oleh Imam Al Munawi. (At Taisir bisyarhil Jami’ Ash Shaghir, 2/415), juga Syaikh Al Albani. (Dhaiful Jami’ No. 5569)

3.    Tidak ada pula yang shahih tentang teks seperti apa doanya, yang penting adalah doa-doa apa pun yang baik silahkan saja.

Halaman
1234
Berita Populer
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved