Breaking News:

Edisi cetak

Bersyukur dan Berbaik Sangka kepada Allah

Harus diakui, bahwa pesta demokrasi ini sangat menguras energi dan perhatian para politisi yang menaruh

Editor: Dheny
Bersyukur dan Berbaik Sangka kepada Allah
H. Muhammad Tambrin

PEMILU 2014 untuk memilih wakil rakyat sudah selesai digelar, jerih payah para calon legislatif (caleg) dalam meraup suara sebanyak-banyaknya tinggal menunggu hasil, tentunya ada yang berhasil menjadi wakil rakyat, namun tak sedikit yang gagal.

Harus diakui, bahwa pesta demokrasi ini sangat menguras energi dan perhatian para politisi yang menaruh harapan dan impian indah di balik hasil perhitungan suara.

Di sisi lain ada fenomena memilukan sekaligus memalukan, yakni banyak kasus depresi dan tekanan mental atau stres yang dialami sang calon wakil rakyat tersebut, di kala mereka gagal menduduki kursi wakil rakyat.

Caleg-caleg yang stres tersebut sebagaimana informasi berbagai media, melakukan berbagai perilaku menyimpang dan meresahkan warga, mulai dari sikap emosional tak wajar, marah-marah, ada yang mengamuk dan meminta uang money politic-nya kembali, bahkan tak sedikit yang menjadi gila dan lain sebagainya.

Hal ini jika dibiarkan berlarut-larut akan menimbulkan problem sosial baru, sangat merusak tatanan kehidupan masyarakat.

Sejumlah caleg dari berbagai parpol peserta pemilu telah menggelar doa dan dzikir atas sukses mendulang suara di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, sementara yang gagal harus mengurut dada bahkan ada yang stres berat.

Sikap tak terpuji ditunjukkan sejumlah Caleg. Setelah mengetahui dirinya gagal jadi wakil rakyat, mereka ramai-ramai cabut sumbangan yang sempat diberikan pada masyarakat.

Berbagai macam alasan mungkin diutarakan untuk menarik kembali sumbangan yang telah diberikan. Tapi, apakah mereka para caleg yang menarik kembali sumbangan mereka tidak jijik atas perbuatan tersebut. Sebab, Islam jelas melarang perbuatan semacam itu, sebagaimana kesepakatan para ulama Bagai Menelan Muntah, Caleg Gagal Tarik Kembali Sumbangannya.

Berdasarkan riwayat Bukhari dalam Shahih nomor 2589, dari Ibnu Abbas, Nabi saw berkata: “Orang yang meminta kembali pemberiannya, bagaikan anjing muntah, lalu menelan kembali muntahnya.” Dalam riwayat lain, “Orang yang meminta kembali sedekahnya”.

Sungguh aneh dan tak biasa, seseorang memberikan sumbangan namun kemudian menagih dan mengambil kembali sumbangan tersebut. Terlebih sumbangan tersebut sudah sampai diketahui orang banyak.

Halaman
12
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved