Kenapa Gagal Menuntut Ilmu?

Sebab sumber ilmu hakikatnya satu, yaitu wahyu. Sehingga ilmu adalah sarana untuk menuju kepada-Nya.

Kenapa Gagal Menuntut Ilmu?
net

SERAMBI UMMAH.COM - KITA sering menganggap gagal mencari ilmu ketika tidak lulus ujian atau tidak pernah menjadi anak sekolahan.   Sesungguhnya ukuran kesuksesan belajar bukanlah dipandang dari sisi kemampuan pelajar itu menghasilkan harta dan meraih kehormatan jabatan setelah ia lulus.

Akan tetapi dikatakan sukses bila dia semakin sadar tanggung jawab dirinya kepada Allah, dan takut kepada-Nya. Sebab sumber ilmu hakikatnya satu, yaitu wahyu. Sehingga ilmu adalah sarana untuk menuju kepada-Nya.

Tujuan Pencarian ilmu adalah untuk memperbaiki batin dan  memperindahnya dengan keutamaan-keutamaan untuk meningkatkan kualitas bertaqarrub kepada Allah.

Imam Syafii berkata:
“Barangsiapa yang tidak mencintai ilmu, maka tiada kebaikan di dalam dirinya. Sesungguhnya ilmu itu ‘nyawanya’ hati dan lentera mata hati.”

Syeikh al-Moushili berkata: “Bukankah akan mati orang sakit yang tidak diberi makan dan minum? Begitu pula hati. Jika hati itu tidak diberi ‘nutrisi’ ilmu dan hikmah selama tiga hari maka hati itu pasti akan mati”.

Apa tanda-tanda hati mati?

Pertama, malas. Malas ibadah, malas sekolah, malas kerja, dan malas untuk aktivitas yang baik.

Kedua, jika ada kebaikan ia tolak bahkan membencinya. Sebagaimana firman Allah “Fii quluubihim maradhun” (dalam hatinya (orang munafik) ada penyakit”. Termasuk ciri kedua ini adalah, membenci orang-orang baik. Itu juga tanda hatinya mati.
Ketiga, Sulit menerima ilmu. Ilmu itu cahaya. Dan cahaya ilmu tidak akan masuk ke dalam hati-hati yang mati.

Imam Ghazali mengatakan:
“Sesungguhnya ‘makanan’ hati itu adalah ilmu dan hikmah, dan dengannya ia hidup. Sebagaimana hidangan untuk jasad kita adalah nasi. Barang siapa kehilangan ilmu, maka hatinya akan sakit dan pasti mati. Akan tetapi ia tidak merasa mati.”

Tempatnya ilmu adalah di hati, maka jika hati tidak siap, maka ilmu akan tertolak dengan sendirinya.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved