Breaking News:

Perpaduan Tiga Gaya Arsitektur di Masjid Al Wiqoyah

Label masjid bagus agaknya tak terlalu berlebihan untuk disematkan kepada masjid yang berada di pertigaan Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini

Perpaduan Tiga Gaya Arsitektur di Masjid Al Wiqoyah
Republika/Agung Supriyanto
Masjid Al Wiqoyah, Jagakarsa, Jakarta Selatan

SERAMBIUMMAH.COM - Lantunan suara azan Ashar menggema menembus batas ruang yang terbuka. Lantunannya tak terlalu keras, namun terdengar berirama dan syahdu menelusup gendang telinga.

Petang itu, setelah kumandang azan usai, jemaah berbaris rapi dan rapat. Dua barisan jamaah lelaki kemudian melakoni ritual shalat berjamaah di dalam Masjid Jami’ Al Wiqoyah.

“Saya kebetulan lewat sini dan melihat masjid yang bagus. Jadi, sekaligus saja saya shalat di sini,” kata Rahmad, salah satu jamaah asal Lenteng Agung, Jakarta. Hari itu, ia kebetulan tengah melintas di sekitar Masjid Al Wiqoyah ini.

Label masjid bagus agaknya tak terlalu berlebihan untuk disematkan kepada masjid yang berada di pertigaan Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini. Masjid berlantai dua ini memperlihatkan tampilan eksterior yang cukup memikat untuk dilihat selintas.

Dari luar, warna krem yang mendominasi bangunan ini memperlihatkan adanya paduan gaya arsitektur Timur Tengah, Afrika, dan Melayu.

Tampilan bergaya Timur Tengah, bisa dilihat dari bentuk lengkungan yang hampir menghiasi setiap bagian masjid ini. Bentuk melengkung ini terlihat menjadi tampilan yang begitu dominan pada bagian fasad masjid. Lengkungan-lengkungan tersebut sekaligus juga memiliki fungsi layaknya topi penaung bagi ruang jendela pada bagian terluar.

Lalu, representasi Afrika diwakili oleh gaya arsitektur peninggalan Dinasti Mamluk. Dinasti yang pernah berkuasa di Mesir dan Suriah sepanjang abad ke-13 ini tercatat telah memberikan peran tersendiri bagi khasanah arsitektur Islam pada kemudian hari.

Salah satu pengaruh Mamluk yang muncul di Masjid Al Wiqoyah ini terlihat pada hadirnya motif dekoratif berbentuk geometris yang cukup rumit dan detail.

Motif tersebut lebih banyak dikenal sebagai Mamluk Star atau Mamluk Rose, yaitu motif bintang yang saling berkait. “Motif ini hampir selalu ada di setiap bangunan yang ada di Mesir,” tulis David Cahyo Herwinaldo dalam artikelnya yang mengulas tentang arsitektur Mamluk.(rol)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved