Apakah Anak Anda Menangis?

Belum juga anak pertama saya menjawab, suara nenek dengan nada kesal terdengar di belakang saya

Apakah Anak Anda Menangis?
net
ilustrasi

SERAMBI UMMAH.COM - TIBA -tiba dari dapur, terdengar suara tangisan, lalu saya pun mendekat. “Sepertinya ada masalah di sini!” ucap saya.

Belum juga anak pertama saya menjawab, suara nenek dengan nada kesal terdengar di belakang saya, “Jadi anak laki-laki kok, manja. Dikit-dikit nangis, masa sama adik aja kalah, Aa. Nanti gimana kalau diganggu orang lain, masa cuma bisa nangis?”

Saya memeluk anak laki-laki saya, hingga ia tenang. Kemudian saya bertanya, “Bagaimana ceritanya?”

Ia pun menjelaskan kejadian yang baru saja dialaminya. Ia menjelaskan kenapa ia akhirnya menangis.

Lain waktu, seorang teman bercerita, ia memiliki 2 anak laki-laki. Anak pertama sudah masuk sekolah, mudah sekali menangis, mainan diambil teman juga menangis. Apapun yang terjadi padanya, pasti ujung-ujungnya menangis. Hingga pada suatu hari, akibat tangisan anaknya, ia dipanggil menghadap kepala sekolah. Menurut kepala sekolah, sebagai anak laki-laki berusia 5 tahun, anaknya kurang macho.

Sore hari ketika anak-anak bermain di halaman, seorang ibu membawa anaknya pulang dari blok sebelah seraya berkata, “Kalau mau main, gak boleh cengeng, sebentar-sebentar nangis, mama kan malu sama tetangga.”

Bukan berhenti, tangis anaknya malah makin menjadi-jadi. Ibu nya pun demikian, mendengar tangisan anaknya belum juga berhenti, ibu bertambah marahnya.

Sebagai seorang ibu, juga guru pada lembaga pendidikan anak usia dini, tangisan bukan sesuatu yang asing di telinga bagi saya.

Malah di rumah, kami senang mendengar tangisan anak-anak sejak mereka bayi hingga kini. Saya dan suami begitu menikmati pola tangisan anak pertama dan kedua yang tentu saja berbeda. Mungkin bagi sebagian orangtua ataupun guru, tangisan itu mengganggu. Hingga kadang orangtua bisa memarahi anaknya hanya gara-gara mendengar tangisannya.

Anak-anak berkomunikasi, mengekspresikan apa yang ada di pikirannya, apa yang dirasakannya dengan berbagai cara.

Halaman
12
Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved