Breaking News:

Edisi Cetak

Serambi UmmaH Edisi 747

PERATURAN Menteri Dalam Negeri No 20 /M-DAG/PER/4/2014 berlaku sejak 11 April lalu.

Editor: Dheny
Serambi UmmaH Edisi 747
Cover Serambi UmmaH Edisi 747

Assalamualaikum wr wb

PERATURAN Menteri Dalam Negeri No 20 /M-DAG/PER/4/2014 berlaku sejak 11 April lalu. Beleid itu merupakan turunan dari Peraturan Presiden No 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.

Sesuai dengan namanya, peraturan tersebut bertujuan mengendalikan peredaran minuman keras. Tapi, apakah peraturan tersebut efektif? Utamanya dikaitkan dengan maraknya peredaran miras saat ini.

Memang peraturan tentang peredaran miras sudah cukup ketat. Hanya di dalamnya juga muncul kelemahan dari implementasi di lapangan. Apalagi untuk minuman dengan kadar alkohol dibawah 5 persen bisa dijual di mini market.

Bahkan Ketua MUI Kalsel, HA Makkie mengungkapkan miras akan tetap sulit dikontrol. “Persyaratan mengada-ada. Masa ada kriteria umur, kalau kaya gitu artinya sama saja memperbolehkan. Asal umur 21 berarti boleh minumlah, kan kita semua sudah tahu semua yang memabukkan itu haram,” tegasnya.

Masalah miras inilah yang kami kupas dalam Rubrik Ihwal kali ini. Bagaimana pendapat ulama dan penegak hukum guna menjamin pengendalian miras tersebut.

Kemudian, masalah kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh guru menjadi sajian utama kami dalam Rubrik Dalil kali ini. Tema ini kami angkat karena kasus kekerasan di Kalsel justru terus saja terjadi dengan alasan memberi sanksi.

Padahal banyak cara yang bisa ditempuh guna memberi hukuman bagi siswa. Bukan zamannya lagi menggunakan kekerasan. Guru bak seorang montir, serusak apapun mobilnya, ada cara untuk memperbaiki.

Bahkan Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Rusdiansyah berpesan guru sebagai pendidik, dalam artian memberikan ilmu bagi siswa, merupakan orang terdidik. Artinya mengerti ilmu, termasuk cara menghadapi siswa.

Dalam Rubrik Muamalat, kami angkat mengenai bisnis biro perjalanan yang menawarkan umrah plus wisata. Memadukan ibadah dan jalan-jalan menjadi tren baru, sekaligus memberi nilai lebih bagi jemaah. Tak hanya bisa ke Tanah Suci, sepulang umrah mereka bisa menikmati wisata ke sejumlah negara. Tentu saja dengan biaya yang lebih besar daripada umrah reguler.

Selain ketiga tema tersebut, masih ada sejumlah isu mengenai Islam yang kami kupas dalam beberapa rubrik lain. Harapannya, materi tersebut bisa memberi inspirasi dan pengetahuan sesuai syariah. Tak lupa kami mohon maaf pada pembaca apabila ada kesalahan dalam edisi kali ini.

Wassalamualaikum wr wb

Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved