Edisi Cetak

Siapkah Madrasah Menerapkan Kurikulum 2013

DUNIA pendidikan sekarang mengalami perubahan yang tidak bisa dihindarkan, terutama perubahan kurikulum, agar dapat menghasilkan manusia

Oleh: Mustain Billah SAg
Pengawas Pendidikan Madrasah  Kemenag Banjar

DUNIA pendidikan sekarang mengalami perubahan yang tidak bisa dihindarkan, terutama perubahan kurikulum, agar dapat menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, juga memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik, sesuai tuntutan dan situasi zaman.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Muhammad Nuh mengubah atau mengembangkan Kurikulum 2006 yaitu dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menjadi Kurikulum Berbasis Karakter. Memang, selama ini pembentukan karakter dan kepribadian peserta didik seakan terlupakan.

Sebab, sekarang lebih mengutamakan peningkatan pencapaian prestasi tanpa diimbangi peningkatan moral dan kepribadian peserta didik, sehingga peserta didik mudah terpengaruh berperilaku yang tidak baik, seperti  sikap siswa yang tidak membedakan antara guru dengan seorang teman, pergaulan bebas dan tawuran.

Dari perilaku peserta didik tersebut, pemerintah menyisipkan isi kurikulum adanya pembentukan karakter.

Untuk mencetak tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional, yang lebih kreatif dalam rangka menerapkan Kurikulum 2013 dan menyongsong Indonesia Emas, pemerintah tentu menyiapkan  anggaran dana yang tidak sedikit untuk adakan pelatihan guru-guru dari tingkat Dasar sampai SLTA agar mengikuti sosialisasi bimbingan teknik dan  pelatihan  Kurikulum 2013 secara sistematis dan menyeluruh.

Setelah tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dibekali beberapa kali sosialisasi dan pelatihan implementasi Kurikulum 2013, apakah sudah memahami dan sudah siapkah madrasah/sekolah menerapkan Kurikulum 2013?  Khusus Kalimantan Selatan, Dinas Pendidikan menerapkan kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah terakreditasi A sebagai percontohan dan uji coba. Sedangkan Kementerian Agama, rencana Juli  awal tahun pelajaran 2014-2015 diterapkan secara menyeluruh.

Berdasarkan hasil pemantauan dan monitoring pada kunjungan madrasah/sekolah yang dilihat secara kasad mata, bahwa penerapan Kurikulum 2013 di madrasah-madrasah sasaran pada umumnya sudah dan sedang digelindingkan. Sebagian besar, guru-guru sudah menyadari akan arti pentingnya kehadiran Kurikulum 2013.

Kendati demikian, secara teknis dalam proses pembelajaran masih ditemukan beberapa permasalahan, terkait pengembangan materi pelajaran yang kontekstual, penerapan strategi/metode pembelajaran yang berbasis saintifik dan penerapan teknik penilaian autentik, terutama dialami oleh guru-guru mata pelajaran yang saat ini  belum tersentuh langsung oleh Kebijakan Pendidikan Nasional.

Selain itu, masih ada juga madrasah/sekolah yang belum sanggup mengembangkan pembelajaran dengan memanfaatkan  IT  untuk mengoptimalkan hasil belajar siswa, baik karena faktor kompetensi guru itu sendiri maupun terbatasnya sarana dan prasarana.

Dari berbagai  permasalahan di atas, agar madrasah/sekolah dapat menerapkan Kurikulum 2013  maka diperlukan upaya peningkatan kreativitas guru-guru dengan melalui pelatihan-pelatihan dibidang Pendidikan untuk menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik dan penangung jawab pendidikan,  kenyataan di lapangan ada sebagian besar guru  sudah mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis implementasi Kurikulum 2013,

Sebaik apapun pelatihan dan teori yang diperoleh dari Balai Diklat, jika sudah terjun ke madrasah /sekolah, para guru hanya fokus pada kebiasaan lama Metode Pembelajaran yang Berorientasi  pada UN. Bahkan Kepala Sekolah dengan tegas menyarankan guru agar tidak menggunakan metode yang macam-macam, hanya fokus pada pencapain UN.

Karena itu, perlu ditinjau   adalah dari segi mindsetsnya. Memang seorang guru ikut menentukan berhasil tidaknya proses pembelajaran di madrasah,  karena guru menjadi ujung tombak yang mengarahkan anak-anak bangsa bisa menjadi apapun tergantung adanya  upaya dari  guru itu sendiri, lalu apakah mindsetsnya mau berubah atau tidak,  yang dulu guru hanya melepaskan kewajiban mengajar. (*)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved