Hal-hal Penting Tentang Bulan Rajab

Di bulan Rajab ini sebenarnya tidak ada amalan khusus yang diperintahkan Nabi saw baik puasa, shalat, zakat atau apapun

Hal-hal Penting Tentang Bulan Rajab

SERAMBI UMMAH.COM – Berdasarkan informasi dari islamicfinder.org/Hcal/index.php, 1 Rajab 1435 H jatuh pada tanggal 1 Mei 2014, Alhamdulillah kita semakin mendekati bulan Ramadhan.

Di bulan Rajab ini sebenarnya tidak ada amalan khusus yang diperintahkan Nabi saw baik puasa, shalat, zakat atau apapun.

“Tidak ada riwayat sahih tentang keutamaan Rajab, baik puasa sebulan penuh atau puasa tanggal tertentu di bulan Rajab” (Ibnu Hajar)

“Tidak ada satu pun hadits sahih dari Nabi saw tentang keutamaan puasa bulan Rajab secara khusus” (Ibnu Rajab)

Lalu bolehkah puasa sunnah di bulan Rajab?

Jawabannya adalah boleh dan bagus sekali, namun dalilnya dalil umum puasa saja, bukan dalil khusus Rajab. Maksud dalil umum untuk berpuasa adalah bahwa bulan Rajab itu termasuk salah satu bulan diantara bulan haram (sakral).

Sebagai info, Nabi saw bersabda bahwa bulan haram (bulan yang sakral) ada 4 bulan yaitu Dzulhijjah, Dzulqa’dah, Muharram dan Rajab. Di bulan-bulan haram ini, disunnahkan puasa. Dalilnya:

“Berpuasalah di bulan haram dan berbukalah (bila selesai bulan haram)” (HR Ahmad)

Di bulan-bulan haram (sakral) ini juga disunnahkan semua amal-amal kebaikan dan perbuatan-perbuatan maksiat juga sangat dihindari “Berbuat dosa di dalamnya (di bulan haram) lebih besar di hadapan Allah, amal salih juga lebih besar ganjarannya” (Abdullah bin Abbas)

Beberapa ulama salaf pun biasa puasa di semua bulan haram misalnya Ibnu Umar, Hasan Al-Bashri, dan Abu Ishaq As-Suba’i. Jadi berpuasa sunnah di bulan Rajab boleh berdasar dalil-dalil umum diatas, bukan karena dalil-dalil dhaif yang meragukan.

Hadits-hadits dhaif (lemah) seputar Rajab ini banyak beredar, karena itu kita harus hati-hati pula dalam mem-broadcast amalan-amalan Rajab tanpa riwayat yang shahih, khawatir malah jadi dusta atas nama Nabi Muhammad saw.

Intinya, beribadahlah yang banyak di bulan Rajab karena ia adalah bagian dari bulan haram (sakral) | dan jauhi penuh maksiat-maksiat. Tidak perlu menghitung-hitung amal, insya Allah setiap amal baik pasti Allah terima. Fokus kita di niat ikhlas dan cara sesuai sunnah, yang masih punya hutang puasa, disegerakan menyelesaikan hutang puasanya. Jangan sampai masuk Ramadhan masih ada tanggungan.

Selamat memperbanyak amal salih di bulan haram. Semoga dengan memperbanyak amal di bulan Rajab, kita siap menyambut Ramadhan.

Editor: Halmien
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved