Jangan Mencela Hujan

KEPALA BMKG, Purwanto, mengatakan saat ini merupakan masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Jangan Mencela Hujan
NET
Ilustrasi 

Air hujan yang turun dari langit ini adalah air penuh berkah. Yakni banyak mengandung kebaikan. Kita lihat dalam Sunnah, Nabi sangat berharap banyak kebaikan pada hujan yang Allah turunkan.

Adapun Rasulullah SAW juga mengajarkan agar memuji Allah SWT pada saat hujan turun, “Kami diberi hujan dengan karunia Allah dan rahmat-Nya.” (Muttafaq `Alaih)

Selain itu, beliau juga mengajarkan agar berdoa kepada Allah & meminta kebaikan kepada-Nya saat turun hujan. Karena saat itu termasuk waktu yang mustajab. Maka dianjurkan bagi setiap muslim memperbanyak pada waktu tersebut.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Carilah pengabulan doa pada saat bertemunya dua pasukan, pada saat iqamah salat, dan saat turun hujan.” (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak: 2/114 dan disahihkan olehnya.

Lihat Majmu’ fatawa: 7/29. Al-Albani menghassankannya dalam al-Silsilah al-Shahihah nomor 1469 dan Shahih al-Jami’ nomor 1026), berdoa kepada Allah dan meminta kebaikan kepada-Nya saat turun hujan. Karena saat itu termasuk waktu yang mustajab.

Dalam Shahih al-Jami’ Al-Shaghir yang berstatus hasan, disebutkan redaksi yang lain, “Dua kondisi yang tidak akan ditolak doa; saat azan dan dibawah guyutan hujan.”

Menurut al-Munawi, maksudnya adalah tidak ditolaknya doa di bawah guyuran hujan, atau jarang sekali ditolak. Karena saat itu adalah waktu turunnya rahmah.

Jangan sampai kita mencela turunnya hujan karena dianggap menghalangi aktivitas kita. Dengan mencela hujan berarti secara tidak langsung telah mencela zat yang menurunkan hujan yaitu Allah Subha-nahu wa Ta’ala.

Selain itu, celaan kepada hujan yang turun juga berarti protes dan penentangan terhadap takdir atau ketentuan Allah yang hal ini merupakan penyimpangan akidah yang sangat fatal.

Termasuk dalam hal ini adalah mencela angin yang bertiup. Kita dilarang mencela angin yang bertiup dan dituntunkan untuk berdoa sebagaimana telah disebut di atas. (rahmadhani-kamardi)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved