Breaking News:

Edisi Cetak

Mutasi Guru: Penyegaran atau Hukuman

PERSOALAN guru, sekarang memang masih terasa begitu rumit. Setelah sertifikasi yang belum terselesaikan

Editor: Dheny

Oleh : Muhammad Ihsan
(Kepala MTs. Hidayatullah Martapura)

PERSOALAN guru, sekarang memang masih terasa begitu rumit. Setelah sertifikasi yang belum terselesaikan, persoalan pemerataan/distribusi guru pun laksana benang kusut yang  belum terurai. Kedua masalah ini, sekarang menjadi sorotan serius.

Tingkat keseriusan tersebut lebih kuat lagi, terutama pemerataan guru. Sanksi dari Mendikbud, menghentikan sebagian atau keseluruhan bantuan finansial fungsi pendidikan. Dari MenPAN, menunda pemberian formasi guru PNS kepada pemerintah (provinsi dan kabupaten/kota).

Sanksi dari Menkeu, penundaan penyaluran dana perimbangan kepada pemerintah provinsi/kabupaten/kota. Sementara itu,  sanksi dari Mendagri berupa pemberian penilaian kinerja kurang baik dalam penyelenggaraan urusan penataan dan pemerataan guru PNS, agar para guru memahami posisinya, terutama berkaitan perhitungan penataan dan ketercukupan  guru pada suatu sekolah.

Perwujudan pemerataan guru, adalah mutasi. Tanpa mutasi, persoalan pemerataan guru saat ini sangat mustahil. Selain itu, rekrutmen dan penempatan awal harus memperhatikan prioritas formasi guru pada suatu sekolah.

Ini tidak akan terwujud, jika rekrutmen dan penempatan awal guru diintervensi oleh unsur kekuasaan, kekeluargaan, dan kedekatan hubungan. Paling tidak, tiga unsur inilah yang menjadi faktor utama terjadinya ketidakmerataan guru saat ini.

Persoalan ini merupakan buntut panjang dari intervensi berbagai kepentingan. Intervensi  yang berasal dari ketiga unsur di atas, hingga kini masih menjadi mata rantai yang kuat, bahkan kondisi tersebut masih terlalu kuat untuk diputuskan.

Jika ketiga unsur itu masih merajalela, pemerataan guru hanya basa-basi. Jika dipaksakan akan muncul ketidakadilan dalam proses pemerataan. Mutasi terjadi, tetapi tidak terjadi keadilan dalam penempatan guru.

Berbagai pihak menyadari, bahwa formasi guru masih dalam lingkaran setan. Mutasi guru pun dalam kondisi yang sama. Penumpukan guru-guru di kota telah membentuk ketidakadilan bagi dunia pendidikan di desa.

Sementara itu, keberadaan guru yang sesuai latar belakang pendidikan masih kurang, baik di kota maupun di desa. Jika hanya menggunakan rasio umum antara guru siswa memang menggembirakan, namun jika rasio itu dikerucutkan dan memperhatikan aspek relevansi, kondisinya masih perlu dipertanyakan.Karena itu, apapun kilahnya mutasi guru memerlukan pertimbangan dari berbagai segi.

Halaman
12
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved