Edisi Cetak

Padi Berbuah Masjid Megah

KETIKA memasuki Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), akan terlihat sebuah masjid megah

Padi Berbuah Masjid Megah
BPost Group
Masjid Noruzzakirin 

KETIKA memasuki Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), akan terlihat sebuah masjid megah berlantai dua menghadap jalan raya.

Masjid tersebut dihiasi dengan kubah besar di bagian tengah, satu kubah dengan ukuran sedang di bagian depan dan enam menara dengan kubah kecil.

Sekitar tahun 50-an, masjid yang diberi nama Noruzzakirin hanya sebuah langgar yang letaknya di tepi Sungai Anjir.

Perkembangan berikut, lokasi menjauh dari sungai agar tidak terkena rembesan Sungai Anjir. Langgar ini kembali dipugar, dipindah mendekati jalan raya.

Pada 2003, mulailah dibangun masjid dengan konstruksi beton seperti yang terlihat saat ini. “Sudah tiga kali pindah mendekati jalan raya,” kata Mas’ud Abdullah, pembina Masjid Noruzzakirin.

Orangtua Mas’ud Abdullah dan keponakannyalah yang memberikan tanah wakaf, hingga masjid dapat berdiri di tepi jalan raya Anjir Pasar KM 19,5 seperti sekarang ini.

Ketika letaknya di tepi sungai Anjir dan terus berpindah, bangunan masjid yang masih konstruksi kayu berdiri di atas tanah wakaf orangtua Mas’ud Abdullah.

Menurut Mas’ud Abdullah yang rumahnya persis di samping masjid, pembangunan pada saat itu lebih banyak berasal dari swadaya masyarakat. Khususnya, petani. Setiap musim panen padi, warga yang rata-rata bertani, memberikan sumbangan berupa padi secara sukarela.

“Kami panitia menyerahkan karung pada warga. Setelah penuh, baru kami ambil,” kata Mas’ud Abdullah yang juga paman dari ketua pembangunan pasjid, yakni Syamsir.

Dari awal sampai sekarang, warga masih memberikan bantuan berupa padi untuk pembangunan masjid.

Halaman
12
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved