Breaking News:

Uniknya Arsitektur Islam

Menyebut nama arsitektur Islam, mungkin sebagian besar umat Islam akan mengingat masjid, mimbar, kubah, ataupun mihrabnya.

Uniknya Arsitektur Islam
kisahmuslim.com

SERAMBIUMMAH.COM - Arsitektur Islam dikenali dari bentuk dan teknologinya yang tersembunyi (the silent of technology). Ia baru terlihat setelah orang memasukinya hingga ke bagian dalam.

Menyebut nama arsitektur Islam, mungkin sebagian besar umat Islam akan mengingat masjid, mimbar, kubah, ataupun mihrabnya.

Padahal tak hanya itu, arsitektur Islam kini telah mewarnai hampir seluruh bangunan, baik di Timur Tengah, Asia, maupun Eropa. Saat ini, banyak bangunan, seperti gedung pemerintahan, pertokoan, dan lainnya, mengadopsi arsitektur Islam.

Menilik sejarahnya, memang banyak pihak yang berbeda pendapat tentang asal muasal arsitektur Islam.

Ada yang menyebutkan, sejarah arsitektur Islam pertama kali dimulai ketika Rasulullah SAW beserta para sahabatnya membangun Masjid Quba, Madinah, pada permulaan tahun hijriyah atau sekitar tahun 622 Masehi.

Ada pula yang menyatakan, cikal bakal arsitektur Islam itu adalah kiblat umat Islam di seluruh dunia, yaitu Ka’bah.

Rasulullah SAW bersama sahabatnya pernah mengonstruksi bangunan Ka’bah pada tahun 630 M atau dua tahun setelah ‘Fathu Makkah’ (Penaklukan Kota Makkah) dari kafir Quraisy. Walau masih sederhana, hal itu dianggap sebagai cikal bakal dimulainya arsitektur Islam.

Ernst J Grube dalam tulisannya berjudul What Is Islamic Architecture mengungkapkan, bentuk dominan dari arsitektur Islam sebenarnya terletak pada arsitekturnya yang tersembunyi (the silent of technology). Artinya, arsitektur Islam baru bisa terlihat setelah memasukinya dan melihat bentuknya dari dalam.

Garry Martin menambahkan, arsitektur Islam sangat kuat dalam memahami harmonisasi antara manusia dan lingkungan serta Sang Pencipta. Sayangnya, kata dia, pada abad ke-20, konsep Islami itu dilupakan dalam pembangunan industri yang begitu cepat.

ntuk menyelamatkan keberlanjutan arsitektur Islam, Martin menyarankan umat Islam agar benar-benar mengabaikan arsi tektur Barat yang tak menggunakan semangat Islam dan merusak kebudayaan tradisional.

Selain itu, umat Islam perlu memahami esensi arsitektur Islam dan memasukkan teknologi bangunan modern sebagai alat dalam mengekpresikan esensi ini.

Seperti diketahui, arsitektur Islam pernah mengalami masa keemasannya di era Usmaniyah, masa Abbasiyah, dan Seljuk (Masjid Jami di Isfahan), Spanyol dengan Masjid Cordova dan Istana Granada, serta lainnya. Hingga sekarang, bangunan tersebut tetap berdiri kokoh.(rol)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved