Membawa Foto ke Pemakaman

Tradisi membawa foto almarhum atau almarhumah agar orang yang melihat langsung terkenang akan jasa-jasanya

Membawa Foto ke Pemakaman
ELVIS BARUKCIC / AFP
Seorang perempuan Muslim Bosnia yang selamat dari pembantaian Srebrenica 1995, meratapi peti mati yang berisi sisa jasad kerabatnya yang tewas dalam tragedi kemanusiaan terburuk di Eropa pasca-Perang Dunia II. 

SERAMBI UMMAH.COM - Setiap anggota polisi, TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut maupun Udara serta pejabat yang meninggal dunia, selalu membawa foto alhamrhum maupun almarhumah saat pemakaman.
Tradisi membawa foto almarhum atau almarhumah agar orang yang melihat langsung terkenang akan jasa-jasanya.

Sebaliknya, bagi yang belum pernah ketemu, akan mengenalnya saat melihat foto almarhum.

Ustads Sarmiji Aseri mengatakan tradisi membawa foto almarhum atau almarhumah ke pemakaman sering dilakukan anggota TNI, kepolisian, pejabat negara seperti presiden, gubernur, bupati dan lain-lainnya sudah sejak lama berlangsung.

"Masyarakat umum, apalagi di kampung sangat jarang membawa foto almarhum ke pemakaman," papar Kasubag Humas IAIN Antasari Banjarmasin tersebut.

Menurut dia, membawa foto almarhum atau almarhum menuju ke pemakaman tidak mengapa dan tak bertentangan dengan ajaran Islam.

"Membawa foto itu hanya mengenang dan mengingatkan jasa almarhum semasa masih hidup. Bagi yang belum kenal, dengan melihat foto almarhum menjadi kenal," tandasnya.

Diakui Sarmiji, tradisi membawa foto merupakan berasal dari barat. Namun, kebiasaan orang barat itu tidak baik, itu hanya anggapan orang tak suka saja.

Dia mencontohkan memakai dasi di zaman dulu diharamkan para ulama. Pasalnya, di zaman penjajahan dulu, hanya bangsa penjajah Belanda saja yang memakai dasi.

"Sekarang memakai dasi tidak diharamkan para ulama. Menggunakan dasi terkadang menjadi kewajiban di kantor-kantor baik instansi pemerintah maupun swasta maupun saat wisuda, pelantikan pejabat dan sebagainya," paparnya.

Jadi, kata Sarmiji, tak semua ala barat bertentangan dengan ajaran Islam. "Kita sebagai umat Islam tinggal memilah-milah mana yang sesuai dengan syariat Islam dan bertentangan dengan ajaran agama kita," tandasnya.

Jadi, kata dia, membawa foto almarhum atau almarhumah ke pemakaman boleh-boleh saja dalam Islam. Kecuali mengkultuskan orang yang meninggal, itu bertentangan dengan syariat Islam.

Berbeda dengan memberikan ucapan duka dengan memberikan karangan bunga ke keluarga orang meninggal, dari segi agama sama saja mubazir.

Tags
tradisi
Penulis: Syaiful Anwar
Editor: Halmien
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved