Breaking News:

Ternyata Masjid Al Aqsa Pernah Dijadikan Kandang Kuda

Masjid ini pernah menjadi kiblat seluruh umat Islam, sebelum dipindahkan ke Ka’bah.

Editor: Edinayanti
Ternyata  Masjid Al Aqsa Pernah Dijadikan Kandang Kuda
net
al aqsa

SERAMBIUMMAH.COM - Masjid ini pernah menjadi kiblat seluruh umat Islam, sebelum dipindahkan ke Ka’bah. Masjid ini juga merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam, yang terus diperebutkan selama ribuan tahun. Masjid ini adalah tempat bersejarah, tempat Nabi Muhammad Saw. Rasul yang mulia, singgah sebelum melakukan perjalanan Isra’ Mi’raj.

Selain fakta-fakta di atas, sejauh mana Anda mengetahui Masjid Al Aqsa. Tentu masih begitu banyak hal yang tidak kita ketahui dibandingkan apa yang sudah diketahui. Berikut delapan di antaranya.

Bukan hanya satu masjid

Masjid Al Aqsa merupakan sebuah komplek, yang di dalamnya terdapat beberapa masjid. Ada Masjid Qibly, yang diberi nama seperti itu karena letaknya paling dekat dengan kiblat. Masjid Qibly terletak di ujung selatan, sering dianggap sebagai Masjid Al Aqsa itu sendiri. Selain itu ada masjid-masjid lainnya, yang berhubungan dengan peristiwa sejarah, seperti Masjid Buraq, Masjid Marwani, dsb.

Makam Nabi dan Sahabat-sahabatnya

Tidak ada catatan resmi mengenai jumlah Nabi, Rasul, dan sahabat-sahabat mereka yang dimakamkan di masjid ini. Namun, jumlahnya pasti tidaklah sedikit. Misalnya saja Nabi Sulaiman As., yang kemungkinan besar dimakamkan disini, mengingat seorang Nabi dan Rasul selalu dimakamkan di tempat ia meninggal dunia. Nabi Sulaiman As. meninggal ketika sedang melakukan pemantauan atas pembangunan Masjid Al Aqsa.

Pernah menjadi tempat sampah

Ada masa ketika tidak ada seorangpun Yahudi tidak diijinkan untuk tinggal di kota Yerusalem, dan sebagian besar warga Romawi yang menguasai serta tinggal di kota itu menggunakan wilayah masjid sebagai tempat pembuangan sampah. Ketika Umar bin Khattab ra. membebaskan Yerusalem, ia membersihkan sendiri semua sampah di sana dengan tangannya. Ia juga mengakhiri pengasingan Yahudi, yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Ia mengundang sekitar 70 keluarga dari desa pengungsian di sekitar Yerusalem, untuk kembali ke kota suci itu. Umar juga mengembalikan hak mereka setelah berabad-abad dalam pengasingan, suatu hal yang tampaknya dilupakan oleh mereka saat ini.

Al Ghazali menulis mahakaryanya disana

Siapa yang tidak mengenal Ihya Ulumuddin, yang ditulis oleh Al Ghazali, sang hujjatul Islam? Al Ghazali adalah orang yang paling dihormati oleh semua pemikir Islam, karena kemampuannya untuk masuk jauh ke dalam jiwa manusia, tanpa melupakan pegangan yang paling utama, yaitu Al Quran dan Hadits. Namun masih banyak yang tidak tahu jika Al Ghazali pernah tinggal di Masjid Al Aqsa, dan menyelesaikan mahakaryanya ini ini disana. Sebuah bangunan di dalam masjid bahkan menandai kamar tempat sang ulama tinggal dulu.

Pernah digunakan sebagai kandang kuda, istana, dan bilik eksekusi

Ketika Pasukan Salib yang pertama menguasai Yerusalem, mereka menemukan bahwa sebagian besar populasi umat Islam berlindung di dalam Masjid Al Aqsa. Mereka kemudian membunuh sekitar 70.000 di antara mereka, lalu mengubah Masjid Qibly menjadi istana, Kubah Shakhrah menjadi kapel, dan sebuah ruangan di bawah tanah menjadi kandang kuda. Umat Islam yang selamat dari pembunuhan masal di atas disalib dalam sebuah tiang salib raksasa di tengah masjid. Salahuddin al Ayyubi menghancurkan salib tersebut dalam pembebasan Al Aqsa. Pondasi untuk salib yang dulu digunakan untuk mengeksekusi Muslim itu, masih dapat dilihat hingga saat ini.

Mimbar legendaris

Nuruddin Zengi, salah satu pahlawan besar dalam sejarah Islam, telah menyiapkan mimbar khusus yang akan dipasangnya di Masjid Al Aqsa, setelah masjid itu diambilalih dari Pasukan Salib. Nuruddin memang sangat percaya jika Masjid Al Aqsa akan kembali menjadi milik umat Islam di bawah kepemimpinannya. Sayangnya, Nuruddin tidak sempat melihat kemenangan Salahuddin Al Ayyubi, ketika ia membebaskan Yerusalem, untuk kedua kalinya dalam sejarah Islam. Salahuddin memasang mimbar yang telah disiapkan Nuruddin, yang tidak hanya indah, tapi juga juga dibuat tanpa satupun paku ataupun lem! Mimbar ini merupakan sebuah karya agung seni Islam yang sangat luar biasa. Sayangnya, mimbar ini tidak bertahan dalam peristiwa pembakaran Masjid Al Aqsa pada tahun 1967.

Kubah pertama

Sebuah bangunan bernama Kubah Shakhrah atau kubah batu di kompleks Masjid Al Aqsa adalah bangunan berkubah pertama dalam sejarah Islam. Kubah ini dibangun oleh Khalifah Umayyah, Abdul Malik bin Marwan, dengan bahan yang sederhana, yaitu kayu. Barulah sekitar seribu tahun setelahnya, Khalifah Utsmani Suleiman I menambahkan lapisan emas ke sekitar kubah, bersama dengan keramik Utsmani di sekitar bangunan.

Pernah dibakar

Pada tahun 1967, Masjid Al Aqsa untuk ketiga kalinya terlepas dari tangan umat Islam, lalu berada di bawah kuasa Israel. Tentara Israel mengibarkan bendera dari atas kubah, menyabik-nyabik hati umat Islam di seluruh dunia. Lalu di tahun 1969, seorang Zionis Australia membakar mimbar Nuruddin dan Masjid Qibly, hingga menyebabkan masjid itu terbakar habis. Rakyat Palestina yang terkejut berusaha untuk memadamkan api semampu mereka. Tak pernah terbayang jika ini merupakan salah satu mimpi terburuk yang pernah melanda mereka, dan ini merupakan awal dari mimpi buruk di tahun-tahun berikutnya.

Umat Islam di seluruh dunia marah, tapi tidak bisa melakukan apapun. Sejak hari itu, masjid ini telah dibangun dan diperbarui kembali. Namun, serangan terhadap tempat suci ketiga umat Islam ini terus berlangsung hingga saat ini. Penggalian untuk menghancurkan pondasi Masjid, hingga ancaman harian berupa usaha untuk pembangunan kuil kuno Yahudi terus dialami oleh masjid agung bersejarah ini. Masjid Al Aqsa masih terus menanti untuk dibebaskan kembali, seperti yang telah dijanjikan oleh Allah Swt. 

Tags
al aqsa
Berita Populer
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved