Breaking News:

Edisi Cetak

Berawal dari Swadaya Masyarakat

Masjid yang cukup megah ini memiliki halaman yang luas. Selain itu juga ada tempat wudu yang terpisah

Editor: Dheny
BPost Group
Masjid At Taqwa Banjarbaru 

SEBUAH bangunan yang terlihat menyejukkan mata berdiri di tengah-tengah permukiman warga di Kompleks Permata Hijau RT 11 Kelurahan Sungaiulin, Kota Banjarbaru. Bangunan tersebut merupakan Masjid At-taqwa.

Masjid yang cukup megah ini memiliki halaman yang luas. Selain itu juga ada tempat wudu yang terpisah dengan beberapa jarak dengan jalan keramik.

Masjid ini merupakan swadaya masyarakat dibantu pemerintah Kota Banjarbaru yang ketika itu masa pemerintahan H Rudy Resnawan. Pada kesempatan itu pula H Rudy Resnawan, tepatnya pada 2005 lalu, melakukan peletakan batu pertama.

Didirikannya masjid itu berawal dari mushala yang At-taqwa yang sudah  tidak mampu lagi menampung jemaah. Sehingga masyarakat setempat ingin mendirikan masjid di lahan fasilitas umum.

“Dulu memang rencananya mau dibangun swalayan, tapi melihat kondisi musala tidak lagi menampung warga. Akhirnya kami minta agar fasum itu lebih baik dibangunkan masjid saja,” terang Manang Sayuti, yang merupakan satu tokoh pembangunan masjid tersebut.

Menurut Sayuti, pembangunan itu akhirnya bisa tercapai dengan bantuan pemko sebesar Rp 35 juta. Selebihnya swadaya masyakat lebih banyak hingga berdirinya masjid tersebut yang sekarang ini digunakan masyarakat sekitar.

Pembangunan masjid pun dimulai, bahkan masyarakat masing-masing memberikan bantuan di antaranya semen dan batu gunung pun disumbangkan. Bertahap demi tahap dengan masa pengerjaan selama 47 Minggu akhirnya bisa digunakan.

“Tepat 1 Ramadan 2005 lalu, masjid ini kita gunakan setelah peletakan batu pertama dari pak Rudy Resnawan,” ujar Manang Sayuti yang juga merupakan Ketua RT 11 Sungaiulin, Banjarbaru.

Namun seiring berjalannya waktu, dulu awalnya belum ada kubah dan kini pun dilakukan renovasi pengadaan kubah untuk masjid At-taqwa. Bahkan donatur terus bertambah untuk pembangunan masjid tersebut.

“Semua bisa terwujud dengan partisipasi masyarakat yang turut membantu berdirinya masjid ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Masjid At Taqwa Abdul Hamid, mengatakan di masjid ini pula dilaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Mulai dari pembelajaraan hingga pengajian bersama.

Dalam seminggu, kegiatan di masjid tersebut ada pengajian tiga kali dalam satu minggu. Yaitu pada Senin malam usai Magrib ada pengajian membahas tentang fikih dan tasawuf.

Pada Rabu malam membahas masalah tafsir Alquran juga dilaksanakan usai Salat Magrib. Serta Jumat malam juga dilaksanakan pengajian yang mengupas tentang tauhid.

“Dari pengajian itu dilaksanakan, yang membawakan atau penceramahnya pun berbeda-beda. Senin malah oleh guru Syihabudin LC dan Abdul Karim. Rabu malam oleh guru Ubaydillah dan ustad Misbahudin. Sedangkan pada Jumat malam oleh M Idrus,” ujar dia.

Itulah kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan. Namun tak lupa kegiatan tahunan perayaan islam juga rutin dilaksanakan seperti peringatan Isra mi’raj, Maulid Nabi, Idulfitri dan Iduladha.

Bukan itu saja kegiatan rutin juga dilaksanakan pada bulan Ramadan. Seperti tadarusan tiap malam. Buka puasa bersama yang dilaksanakan tiap hari selama buka puasa.

“Tadarusan itu pasti rutin tiap malam. Salat hajat dan tasbih pun juga dilaksanakan ketika menyambut malam lailatul qadar,” tutup dia. (man hidayat - sofyar redhani)

Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved