Edisi Cetak

Pandangan Islam terhadap Anak

ANAK adalah titipan yang sangat berharga dari Allah SWT, untuk kita jaga dan beri kasih sayang, karena mereka pelanjut khalifah di muka bumi ini.

Pandangan Islam terhadap Anak
H. Muhammad Tambrin

Oleh: H Muhammad Tambrin

ANAK adalah titipan yang sangat berharga dari Allah SWT, untuk kita jaga dan beri kasih sayang, karena mereka pelanjut khalifah di muka bumi ini. Islam secara jelas dan tegas mengajarkan perlindungan terhadap anak sejak masih janin sampai dewasa:

Pertama, perlindungan ketika masih janin, bisa terlihat adanya rukhsah (keringanan) diperbolehkan tidak berpuasa bagi orang hamil, Alquran juga mengajarkan untuk memberi perhatian baik kepada ibu hamil (QS Lukman: 14).

Kedua, anak mempunyai hak untuk lahir selamat, untuk itu Islam melarang aborsi maupun tindakan yang membahayakan bayi. Firman Allah SWT, baca QS. Al-An’am, 06: 151. Ketika anak harus mendapat gizi yang cukup, memberikan ASI sampai dua tahun (QS. Al-Baqarah, 02: 233).

Ketiga, setiap anak memiliki hak fisik dan moral. Hak fisik itu, antara lain hak kepemilikan, warisan, disumbang, dan disokong. Hak moral, antara lain: diberikan nama yang baik, mengetahui siapa orangtuanya, mengetahui asal leluhurnya, mendapat bimbingan dan pendidikan dalam bidang agama dan moral, bahkan sampai menikah.

Keempat, dalam kasus anak yatim, anak yang terbuang, terlantar, korban perang dan semacamnya memiliki hak yang sama seperti anak-anak yang lain; pemerintah dan masyarakat seharusnya bisa melihat dengan jelas hak-hak mereka.

Kelima, anak memiliki hak untuk berada dalam lingkungan yang bersih dan layak dan jika dalam suatu kasus dimana orangtua sang anak berpisah maka sang anak harus tetap dalam asuhan salah satu dari kedua orangtuanya. Jika hal ini tidak memungkinkan maka sang anak harus dalam pengasuhan keluarganya yang terdekat, seperti yang tertera jelas dalam syariat Islam.

Keenam, hak untuk mendapat pendidikan moral yang baik, menerima pendidikan dan pelatihan yang baik, mempelajari keahlian-keahlian yang dapat membawanya untuk nantinya mampu menunjang hidupnya serta mampu untuk mandiri adalah beberapa hak anak yang cukup penting.

Anak-anak yang berbakat mesti diberikan perhatian yang khusus, sehingga energinya dapat berkembang dengan baik. Semua ini harus dilakukan dalam tatanan syariat Islam.

Ketujuh, Islam mengingatkan orangtua dan masyarakat agar tidak melalaikan anak, yang berdampak anak akan merasa kesepian dan kehilangan. Islam juga melarang eksploitasi anak dalam suatu pekerjaan, yang dapat berakibat langsung pada fisik, mental psikologi mereka.

Kedelapan, Islam menganggap menyalahgunakan hak berkeyakinan anak, membahayakan hidup mereka, mengeksploitasi secara seks, menyalahgunakan harta benda mereka dan mencuci otak mereka adalah merupakan kejahatan yang nyata.

Keluarga sebagai unit terkecil masyarakat, diharapkan menjadi lingkungan pertama dan utama yang nyaman bagi anak. Namun ironis, fakta membuktikan wajah Indonesia ternyata kurang ramah terhadap anak. Terjadi peningkatan kekerasan terhadap anak dari tahun ke tahun . Yang paling mengkhawatirkan, lonjakan terjadi justru pada kasus kekerasan seksual.

Ada tiga pilar yang bisa menangani kekerasan terhadap anak. Pertama, berkaitan diri pribadi. Setiap orang diperintah oleh Allah untuk memutuskan perkara sesuai syariat-Nya, sebagai konsekuensi keimanan.

Sudut pandang yang benar terhadap istri dan anak sesuai tuntunan Islam, membawa anggota keluarga pada pijakan yang benar. Tidak akan didapati kasus pemerkosaan terhadap anak kandung misalnya, karena pandangan ayah terhadap anak justru pihak yang melindungi, mendidik dan mengayomi, bukan sebaliknya.

Kedua, kontrol masyarakat. Amar ma’ruf nahi munkar bukan hanya tugas kiai atau ustadz. Seluruh anggota masyarakat diwajibkan berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang. Setiap ada penyimpangan di lingkungan, anggota masyarakat harus berani menegurnya, demi kebaikan semua.

Ketiga, negara. Melaui sistem perundangan dan penerapan hukum, negara menjadi pihak yang penting dalam perwujudan lingkungan yang ramah bagi anak.

Pendidikan untuk masyarakat, fasilitas umum, pengontrolan dari pihak keamanan serta sanksi yang tegas adalah kewenangan yang ada pada negara. (*)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved