Edisi Cetak

Suami Harus Pahami Mood Istri

PERAN suami saat istri hamil sangat penting. Termasuk juga sang janin. Karena itu, suami harus bisa menjaga perasaan istri.

Suami Harus Pahami Mood Istri
KAPANLAGI.COM

PERAN suami saat istri hamil sangat penting. Termasuk juga sang janin. Karena itu, suami harus bisa menjaga perasaan istri. Saat hamil, biasanya mood-nya berubah-ubah.

okoknya harus pintar-pintar menjaga perasaannya. Jangan sampai dia marah, apalagi hingga terjadi pertengkaran,” ucap Aldi, bapak dua anak.

Pekerja swasta itu mengalaminya kala sang istri mengandung anak pertama dan kedua. Beruntung Aldi banyak belajar dari sang ibu yang sering memberikan nasihat. “Ya istilahnya, maklumi saja jika istri agak pemarah hingga manja berlebihan,” ujarnya.

Sedikit berbeda dialami Nanang. Pria satu anak itu mengaku sempat terpancing emosinya ketika istrinya yang hamil, sering marah tanpa sebab. Agar tak terpancing, dia memilih pergi sementara keluar rumah sampai emosi sang istri mereda.

Psikolog Jehan Safitri mengatakan, perubahan suasana emosi saat hamil tidak hanya perlu dipahami oleh pasangan. Si istri sendiri perlu memahami, agar tidak terjebak pada stres berkepanjangan.

“Perempuan hamil juga harus memahami bahwa hal ini sangat wajar terjadi. Karena pada masa kehamilan terjadi perubahan kehidupan, baik secara fisik juga psikis,” jelas Jehan.

Pada masa itu, perempuan yang berbadan dua akan merasakan kegembiraan. Namun di saat lain dia  akan merasakan kecemasan terhadap masa depan. Belum lagi kecemasan apakah bayinya  akan terlahir sempurna dan sebagainya.

Jehan mengatakan, biasanya suasana hati yang berubah-ubah terjadi di awal kehamilan. Seiring berjalannya waktu dan tubuhnya mulai terbiasa, maka hal itu akan berkurang. Dia mengingatkan, apabila ibu hamil merasa stres, maka tubuh akan mengeluarkan bahan kimia seperti hormon stres kartisol, yang bisa memengaruhi bayi.

Selain itu, stres yang berlebihan juga akan menghambat si ibu untuk merawat diri secara baik, dalam artian akan merusak pola makan dan tidur sehat.

“Untuk mengatasinya, para ibu dapat melakukan beberapa hal. Misalnya saat mood yang jelek itu datang, sadari ini sedikit banyak dipengaruhi oleh hormon, karena memang sedang menyesuaikan datang perubahan yang terjadi pada diri. Jadi  ini bukan salah siapa-siapa,” jelasnya.

Jehan menyarankan untuk bicara pada orang lain mengenai apa yang sedang dirasakan. Libatkan orang terdekat, atau berbagi pengalaman pada ibu yang lain. Apabila masih dirasa tidak membantu, carilah pertolongan profesional.

Sedangkan untuk suami, cobalah tunjukkan bahwa Anda memahaminya. Misalnya bertanya apa yang bisa dilakukan untuk meringankan keluhan yang dirasakan istri.

“Selain itu, Anda bisa belajar bersama mengenai kehamilan. Menonton video atau membaca buku bersamanya,” papar psikolog muda ini.

Dengan perhatian dan sikap tersebut, istri merasa senang atas keterlibatan Anda dalammasa kehamilannya. Dia merasa seolah-olah  tidak hanya dia yang perlu mempersiapkan diri menghadapi kehamilan dan kelahiran serta perawatan. (irfani rahman-mulyadi danu saputra)

Editor: Sudi
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved