Breaking News:

Dampak Tayangan Televisi

ALLAH berfirman (artinya): Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta

Editor: Dheny
Dampak Tayangan Televisi
H. Muhammad Tambrin

Oleh: H Muhammad Tambrin
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel

ALLAH berfirman (artinya): “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya” (QS Al-Isra’: 36).

Dari Ibnu Mas’ud dari Nabi SAW bahwasanya, beliau bersabda “Tidaklah bergeser kaki anak Adam di hari kiamat di hadapan Rabb-nya sampai ditanya tentang lima perkara (yaitu): umurnya bagaimana dia lalui, masa mudanya bagaimana ia habiskan, hartanya darimana ia dapatkan dan bagaimanan ia belanjakan, serta tentang apa yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.”

Oleh karena itu, sudah selayaknya bagi setiap muslim untuk introspeksi diri, mempersiapkan dirinya untuk menghadapi pengadilan Allah Yang Maha Adil, menjaga diri dan keluarga-Nya dari api neraka. Allah SWT berfirman, (baca QS At-Tahrim: 6).

Televisi berasal dari Bahasa Inggris Television, yang  secara asal kata tersusun dari dua kata yaitu Tele (yang mempunyai arti jauh) dan Vision (yang mempunyai arti gambar). Jika ditinjau dari asal maknanya, televisi adalah suatu alat yang secara dzatnya tidak bisa berbuat apa-apa, sehingga tidak bisa dihukumi secara mutlak tentang kebolehan maupun keharamannya.

Bahkan hukum asalnya, adalah halal dan dibolehkan sebagaimana firman Allah, “Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu” (QS Al-Baqarah: 29).

Walaupun pada asalnya televisi (secara dzat) itu dibolehkan, namun yang lebih penting untuk dikaji adalah hukum penggunaan televisi di zaman kita sekarang. Apabila televisi tersebut digunakan untuk perkara yang bermanfaat, seperti penyebaran ilmu agama yang sahih, informasi tentang ilmu pengetahuan maka hukumnya adalah dibolehkan.

Namun demikian, apabila televisi tersebut digunakan untuk penyebaran syi’ar-syiar kekafiran, kemaksiatan, dan segala sesuatu yang menyelisihi syariat maka tidak diragukan lagi hukumnya berubah menjadi sesuatu yang dilarang.

Dengan demikian, tergantung pemakainya. Berdasarkan realita, penggunaan televisi dewasa ini adalah untuk menyebarkan kemaksiatan serta perkara-perkara yang melalaikan dari agama Allah, walaupun tidak dipungkiri ada manfaat yang bisa diambil dari adanya televisi.

Sadar atau tidak sadar, televisi mempunyai andil yang besar dalam penyebaran kekufuran, khurafat dan kemaksiatan di tengah-tengah umat. Betapa sering ritual-ritual kesyirikan, bid’ah serta hal-hal yang berbau khurafat muncul di televise. Di mana acara-acara ini ditonton oleh muslimin dan anak-anak yang notabene banyak di antara mereka yang miskin ilmu.

Tidak diragukan lagi, sedikit banyak mereka akan termakan oleh syubhat-syubhat acara-acara tersebut. Betapa banyak kita temui di antara kaum muslimin yang meyakini adanya kemampuan orang yang telah meninggal untuk memberikan manfaat dan bahaya disebabkan oleh banyaknya cerita-cerita hantu di televisi. Padahal menurut akidah kaum muslimin, bahwa orang yang sudah meninggal itu tidak bisa memberikan manfaat dan bahaya serta mereka tidak bisa gentayangan sebagaimana yang disangka oleh orang-orang jahil.

Allah berfirman, (baca QS. Al-Mukminun: 99-100). Mujahid berkata, “Barzah adalah penghalang antara dunia dan akherat”. Ayat yang mulia ini, menjelaskan secara gamblang bahwaorang yang sudah meninggal itu tidak bisa kembali lagi ke dunia, karena ada dinding yang menghalanginya. Dan betapa banyak pula muslimin yang hilang rasa malunya, karena mengikuti tren mode-mode pakaian para bintang film yang ada di televisi.

Betapa banyak pula kita jumpai anak-anak muslimin yang menjadi anak-anak durhaka kepada para orangtuanya, durhaka mengabaikan perintah-perintahnya karena sedang asyik menonton televisi dan tidak mau diganggu. Sehingga tatkala orangtua menyuruh mengerjakan sesuatu, justru raut muka cuek, wajah sinis sampai ucapan-ucapan kotor dari mulut mereka tertuju kepada orangtua mereka. (*)

Berita Populer
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved