Edisi Cetak

Sekolahkan Anak di Sekolah Berbasis Islam

ANAK tak setiap jam bersama orangtua. Si buah hati senantiasa bergaul di sekolah dan lingkungan. Karena itu perlu

Sekolahkan Anak di Sekolah Berbasis Islam
BPost Group

ANAK tak setiap jam bersama orangtua. Si buah hati senantiasa bergaul di sekolah dan lingkungan. Karena itu perlu pengawasan dan komunikasi dengan orangtua. Cara tersebut juga untuk mencegah agar anak tidak menjadi korban seksual.

Atin (28), ibu dua anak yang kini menjadi salah satu honorer di Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar, memilih selalu menjenguk anak semata wayangnya yang dititipkan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Kami percaya dengan PAUD. Tapi di sela-sela kesibukan kerja, pasti satu hari dua kali pasti menengok anak di PAUD,” ucap Atin.

Berita kekerasan seksual pada anak akhir-akhir, lanjut Atin, tentu menjadi cermin orangtua untuk lebih berhati-hati menitipkan buah hati. Kalau nggak dititipkan, jelas tidak bisa karena sibuk kerja. Yang penting doa, pengawasan dan komunikasi dengan anak.

“Anakku sudah empat tahun umurnya. Alhamdulillah, dia lancar berbicara dan bisa cerita. Jadi lumayan tenang,” ucap Atin.

Setiap pulang dari penitipan, lanjut Atin, dirinya selalu bertanya kepada anak apa saja aktivitas PAUD. Tujuannya, agar anak terbiasa bercerita apa-apa saja yang terjadi selama seharian di penitipan.

Ustadzah Hj Noorsehat SSos MAP, yang tinggal  Kelayan B, Banjarmasin, mengimbau kepada para orangtua untuk mengantisipasi sejak dini agak anak kesayangannya tidak menjadi korban kekerasan seksual.

“Sejak dini, lebih baik diantisipasi,” ucap Kasi Kesos Kecamatan Banjarmasin Selatan ini.

Menurut Noorsehat, orangtua perlu lebih cermat memilih sekolah bagi anak. Sebelum memasukkan anak ke sekolah atau ke penitipan, orangtua perlu menelusuri sekolah tersebut.
“Cek asal-usulnya dan sepak terjanya selama ini. Kalau belum tahu, minta informasi ke keluarga, teman atau dinas pendidikan setempat,” ujarnya.

Jangan sampai, lanjut Noorsehat, orangtua memasukkan anak ke sekolah yang  tidak diketahui baik buruknya dalam  pengelolaan pembelajaran. Lebih aman orangtua memasukkan anak ke penitipan atau sekolah berbasis Islam.

“Dari segi akhlak dan pembelajaran, jelas mengajarkan nilai-nilai dan dasar-dasar Islam,” ujarnya.

Hal lain yang terpenting, kata Noorsehat, adalah kasih sayang tulus kepada anak. Di dalamnya ada komunikasi yang efektif. Artinya, setiap saat harus dibangun komunikasi dengan anak agar orangtua tahu betul apa yang terjadi dalam perkembangan anaknya. “Dengarkan dengan empati dan tulus ketika anak bercerita,” ujarnya.

Menurut Noorsehat, anak akan senang dan merasa aman bercerita apa pun kepada orangtua. Anak perlu diberi perhatian dan orangtua perlu belajar mendengarkan apa yang diceritakan.

“Alangkah tidak bijak jika anak bercerita, orangtua malah cuek- cuek saja. Nanti lama kelamaan anak akan malas bercerita apa yang terjadi pada diri anak,” ujarnya.

Tahap selanjutnya, imbuh Noorsehat, orangtua perlu peka terhadap apa yang terjadi pada diri anak. Tingkah laku, sikap dan ucapan yang berbeda dari biasanya  perlu diwaspadai orangtua. Siapa tahu telah terjadi hal-hal yang kurang baik pada diri anak.

“Berbedanya bahasa tubuh anak dari hari biasa tentu hanya akan diketahui oleh orangtua yang selalu menjalin komunikasi dan kasing sayang ke anak,” tutup Noorsehat. (edi nugroho-m taufik)

Tags
PAUD
Editor: Dheny
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved