Breaking News:

Tidak Sengaja Pasang Lima Pilar

Empat menara yang cukup tinggi, menjadi ciri khas tempat ibadah yang direnovasi pada 2007 tersebut.

Editor: Dheny
BPost Group
BAGIAN dalam Masjid Darul Falah di Jalan Ir PM Noor. 

SEBUAH masjid berdiri megah di tengah kepadatan permukiman penduduk, tepi Jalan Ir PM Noor, kawasan Pelambuan, Banjarmasin Barat.

Empat menara yang cukup tinggi, menjadi ciri khas tempat ibadah yang direnovasi pada 2007 tersebut. Itulah Masjid Darul Falah.

Ada beberapa kelebihan masjid ini yang tak dimiliki oleh masjid lain di kawasan Jalan Ir PM Noor Banjarmasin. Di antaranya, terpasang AC untuk mendukung kekhusyukan jemaah sewaktu menunaikan ibadah.

Kemudian, tiang guru ada lima buah yang menandakan rukun Islam dan hanya lima orang yang menjadi pengurusnya.

Masjid berlantai dua dengan lebar sekitar 17 X 25 meter ini, sebelumnya adalah musala atau langgar. Hal itu sebagaimana dituturkan Hj Siti Aisyah, salah satu pengurus yang khusus bertugas mencari dana.

“Musala ini dibangun pada 1965. Warga membangun musala karena pada saat itu para pekerja pabrik karet Hoctong kesulitan bila hendak menunaikan salat. Nama musalanya sama dengan nama masjid yang ada sekarang,” urainya.

Ketika masih berupa musala, guru yang mengajar mengaji adalah almarhum Gusti Ismail. Untuk pengajar, tidak digaji. “Beliau juga PNS di PDAM Bandarmasin,” kenang Hj Siti Aisyah.

Setelah berjalan beberapa tahun, tepatnya 1970, musala itu pun diubah menjadi masjid dengan nama yang sama. Namun saat itu fisik bangunannya terbuat dari kayu ulin.

Kemudian, kata Hj Siti Aisyah, pada 2003 fisik bangunan direnovasi. Ketika itu lantai masjid rendah dengan jalan. Setelah beberapa tahun menjalani renovasi, akhirnya selesai juga pada 2007. “Masjid diresmikan oleh Wali Kota Banjarmasin yang sekarang, Bapak H Muhidin,” imbuhnya.

Ditanya kelebihan masjid ini dibanding dengan masjid lain, menurutnya bahwa tiang guru ada lima. Pembuatan tiang guru oleh mandor tak sengaja dan ternyata ada artinya. Lima tiang guru terbuat dari beton.

Jika pada umumnya jumlah ada empat, di masjid tersebut ada lima. Pasalnya, saat membangun dulu tak sengaja memasang lima. Sampai akhirnya, alim ulama yang melihatnya meminta untuk tetap dipasang lima buah yang melambangkan rukun Islam.

Terpisah, Rusdiansyah, kaum masjid setempat, menambahkan, di masjid ini banyak kegiatan. Selain menggelar peringatan hari-hari besar Islam, juga dilaksanakan pengajian dan tausyiah setiap Minggumalam, Senin malam, Selasa malam dan Rabu malam. Masjid ini mampu menampung sekitar 300 jemaah.

Pengurus Masjid Darul Falah, Daud Maulana sebagai ketua, H Yusran sebagai Wakil Ketua, H Misran menjabat Bendahara, Slamet dipercaya menjadi Sekretaris dan Hj Siti Aisyah dengan tugas khusus pencari. (jumadi-alpri w)

Berita Populer
Sumber: Serambi Ummah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved