Tanda Calon Mertua Bakal Jadi Masalah dalam Perkawinan

Kemampuan beradaptasi dengan calon mertua, khususnya calon ibu mertua, sangat penting untuk menentukan keberhasilan pernikahan.

Tanda Calon Mertua Bakal Jadi Masalah dalam Perkawinan
net
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM - Kemampuan beradaptasi dengan calon mertua, khususnya calon ibu mertua, sangat penting untuk menentukan keberhasilan pernikahan.

Psikolog Dr Phil McGraw, yang dulu kerap tampil dalam Oprah Winfrey Show, mengatakan bahwa hal ini merupakan salah satu hal penting karena pernikahan merupakan proses panjang yang harus dilalui bersama semua orang yang terlibat.

Jika Anda ingin tahu apakah pernikahan Anda akan menemui kendala besar dalam hubungan dengan ibu mertua atau tidak, simak tanda-tanda calon mertua yang akan menjadi masalah  dalam perkawinan Anda kelak. Sekaligus, simak juga bagaimana cara menghadapinya nanti:

* Calon ibu mertua tak sensitif dan kerap mencampuri keputusan Anda berdua. Menurut Dr Phil, ketika Anda punya masalah dengan ibu mertua, suami Anda lah yang harus menengahi dan membantu mencari jalan keluarnya. Demikian juga jika hal itu terjadi pada suami dan ibu Anda (ibu mertuanya). Orang dengan hubungan yang terdekat lah yang harus menjadi pembawa pesan.

* Calon ibu mertua sangat tergantung pada anaknya,  baik secara emosional maupun kebutuhan gaya hidup. Coba cari tahu, mengapa ia tampak begitu sulit merelakan anaknya menjadi milik Anda. Apakah pasangan Anda adalah anak laki-laki satunya, atau bahkan anak semata wayang yang selama ini merawatnya? Amati bagaimana cara pasangan Anda merawat ibunya. Sangat mengesankankah? Wajar kan, bila calon ibu mertua Anda khawatir akan kehilangan perhatiannya?

* Pasangan kerap menomorsatukan ibunya  ketimbang kebutuhan Anda. Kita tidak bisa membagi kesetiaan atau prioritas, antara keluarga dan ibu mertua. Ketika Anda menikah, keluarga kecil Anda adalah prioritas Anda. Meskipun begitu, Dr Phil menyarankan agar Anda tidak mengkritik hubungan pasangan dengan ibunya. Hal itu hanya akan memicu banyak masalah, atau memperparah masalah yang sudah ada.

* Calon ibu mertua kerap memperlakukan anaknya seolah masih anak-anak  yang perlu dijaga dan disayangi. Terkadang, juga bersaing dengan Anda. Ketika sakit, pasangan lebih memilih dirawat oleh ibunya daripada Anda. Alasannya, karena ia lebih nyaman dengan cara sang ibu merawatnya. Mintalah agar pasangan berhenti membandingkan Anda dan ibunya. Katakan, "Aku bukan ibumu, dan aku punya cara sendiri untuk melakukan hal ini."

* Pasangan selalu memutuskan sesuatu berdasarkan saran ibunya, dan kerap tak mendengarkan opini Anda. Sebaiknya, bernegosiasilah dengan pasangan mengenai peran ibu mertua dalam rumah tangga Anda berdua. Jangan berasumsi bahwa Anda dan suami membutuhkan peran yang sama dari ibu mertua sampai Anda berdua membicarakannya.

* Pasangan selalu meminta saran ibunya ketika Anda berdua berselisih paham. Pada dasarnya, orangtua hanya tahu masalah Anda ketika Anda memberitahukannya. Orangtua Anda akan mendengar ketika Anda mendatanginya setiap kali Anda marah, frustrasi, dan punya masalah dengan pernikahan Anda, tapi mereka tidak akan tahu ketika Anda sudah berdamai dengan pasangan.

* Ibu calon mertua kerap menilai karakter dan kepribadian Anda. Saat ada pertemuan keluarga, Anda kerap diabaikan oleh ibu calon mertua karena ia sibuk membicarakan Anda bersama anggota keluarga lainnya. Anda jadi kesal mengapa calon mertua tidak langsung mengajak Anda bicara untuk lebih mengenal Anda.

* Ibu calon mertua menentang rencana pernikahan Anda dan anaknya berdasarkan opininya sendiri. Namun, cobalah untuk memandang hal-hal yang terjadi dari sisi calon ibu mertua. Temukan apa yang menjadi kekhawatirannya. Ingatlah juga bahwa Anda adalah tamu di dalam keluarganya. Ketika Anda ingin memasuki keluarga ini, ikutlah aturan dan tata cara kehidupan mereka supaya Anda diterima.

Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved