Breaking News:

Giri Kedaton, Kerajaan Para Santri

Giri Kedaton. Tempo dulu, tempat ini sangat sohor. Orang-orang dari penjuru nusantara berbondong ke sini.

Editor: Edinayanti
http://adh22play.blogspot.com
Giri Kedaton didirikan oleh Sunan Giri. Mulanya hanya pesantren biasa. Namun berubah menjadi sebuah kekuatan yang berpengaruh terhadap dinamika politik di Jawa. 

SERAMBIUMMAH.COM - Giri Kedaton. Tempo dulu, tempat ini sangat sohor. Orang-orang dari penjuru nusantara berbondong ke sini. Mereka belajar Islam, keyakinan yang relatif baru bagi masyarakat Jawa, saat senjakala kejayaan Kerajaan Majapahit.

Raden Paku yang pertama menggagas dan membangun tempat ini pada 1487. Pria yang kemudian bergelar Sunan Giri itu memilih sebuah bukit untuk tinggal. Konon, putra Maulana Ishak ini memilih bukit itu karena tanahnya mirip dengan tempat tinggal ayahnya di Pasai.

Mulanya, kompleks itu merupakan pesantren biasa. Lama-lama, tempat yang sekarang masuk wilayah Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur, ini dikenal orang. Tak hanya di tanah Jawa. Nama besar Giri Kedaton juga sampai ke telinga orang-orang di seberang lautan, semisal Ternate dan Maluku.

Jadilah Giri Kedaton menjadi tujuan orang memperdalam Islam. Tak hanya rakyat jelata, murid Sunan Giri juga berasal dari kalangan bangsawan. Sepeninggal Raden Paku, Giri Kedaton dipimpin anak turunnya.

Puncak kejayaan dicapai saat Giri Kedaton dipimpin Sunan Prapen, sekitar tahun 1548–1605. Saat itu, Giri Kedaton tidak hanya sekadar sekolah agama, namun juga menjadi “kerajaan” yang memiliki kekuatan politik. Menjelmalah Giri Kedaton sebagai “kerajaan para santri”.

Pengaruh Giri Kedaton cukup kuat. Mereka banyak membantu Demak menggeser Majapahit yang kala itu memang sudah rapuh. Dalam bukunya, Sejarah Umat Islam, Hamka bahkan menyebut Giri Kedaton sebagai tempat pengukuhan Sultan di tanah Jawa. Mulai Demak, Pajang, hingga Mataram.

Kejayaan Giri Kedaton mulai surut saat Sultan Agung berkuasa di Mataram. Sultan bernama asli Raden Mas Jatmika itu meminta Giri Kedaton tunduk pada Mataram. Namun, pada 1630 Sunan Kawis Guwa yang memimpin Giri Kedaton menolak.

Enam tahun berselang, Mataram menyerbu. Giri Kedaton pun kalah. Namun Sunan Kawis Guwa tetap boleh memimpin dengan syarat harus tunduk kepada Mataram. Sejak itu wibawa Giri Kedaton pudar.

Kini, Giri Kedaton tinggal puing-puing saja. Bukit yang terletak di Dusun Kedaton itu dibuat berteras. Semakin ke atas semakin sempit. Dulu Sunan Giri membangun tempat ini tujuh lapis. Namun hingga kini baru ditemukan lima teras saja.

Di antara teras-teras itu terdapat batu bata yang masih tertata rapi. Namun sudah lumutan. Ada pula bekas kolam yang dulu dipakai tempat wudu. Selain itu, cungkup-cungkup kuburan tua juga masih terlihat.

Di tengah-tengah puncak terdapat masjid yang merupakan bangunan baru. Untuk mencapai puncak ini, para pengunjung harus berjalan meniti undak-undak pada jalan setapak.

Namun sayang, tak banyak pelancong yang datang. Jalan sempit menuju kawasan ini juga membuat pengunjung malas singah. Para wisatawan religi lebih memilih makam Sunan Giri yang terletak sekitar 200 meter dari sini.

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved