Breaking News:

Di Bandung, Agama Islam Menyebar dari Kampung Adat Mahmud

“Maqom Mahmud”, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung. Demikian tulisan yang terdapat pada plang nama kampung

Editor: Edinayanti
disparbud.jabarprov.go.id
Gerbang menuju Kampung Adat Mahmud. 

SERAMBIUMMAH.COM - “Maqom Mahmud”, Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Marga Asih, Kabupaten Bandung. Demikian tulisan yang terdapat pada plang nama kampung di atas mulut jalan masuk menuju Kampung Mahmud. Dari plang itu sudah terasa ada sesuatu yang lain dalam kampung ini. Pemandangan fisik dari luar memang semua tampak seperti biasa saja, tidak ada bangunan rumah tradisional yang mencolok atau orang-orang dengan pakaian khas yang biasanya bisa kita temui di kampung-kampung adat.

Kampung Adat Mahmud, adalah sebuah kampung kecil di sisi sungai Citarum. Sebuah kampung adat yang menyimpan nilai historis perkembangan dan persebaran agama Islam di Kota Bandung. Sebuah kampung sederhana yang ternyata memiliki peranan sangat besar di masa lalu.

Berbicara tentang Kampung Mahmud, sejarah, serta peranannya di masa lalu tidak dapat lepas dari nama besar Eyang Dalem Abdul Manaf. Penduduk menyebutnya sebagai waliyullah. Beliau adalah putra dari Eyang Dalem Nayaderga (dimakamkan di Sentak Dulang, Ujungberung) dan merupakan keturunan ketujuh dari Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

Menurut cerita, Eyang Dalem Abdul Manaf adalah penyebar Islam pertama di kawasan Bandung (Priangan). Beliau pernah singgah di Kampung Mahmud di Mekkah, dan dari sana membawa sekepal tanah yang kemudian ditebarnya di daerah rawa-rawa pinggiran Sungai Citarum yang kelak menjadi Kampung Mahmud. Lokasi ini dipilih karena letaknya yang terpencil dan agak tersembunyi. Konon lokasi seperti ini sangat cocok sebagai pusat perjuangan dalam menyebarkan Islam.

Satu sumber lain, H. Deden Abdullah Natapraja dari Cigondewah, yang ditemui saat berziarah di salah satu makam, mengatakan kalau asal muasal nama Kampung Mahmud adalah dari kata mahmudah atau “akhlakul mahmudah” yang berarti akhlak yang terpuji. Hal tersebut muncul karena sikap dan perilaku masyarakat kampung yang terpuji, karena mereka jujur, rajin beribadah, dan amanah.
 

Berita Populer
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved