MUI Kecam Politik Uang dan Kampanye Hitam

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengecam kampanye hitam yang banyak menyerang calon pesiden

MUI Kecam Politik Uang dan Kampanye Hitam
Warta Kota/adhy kelana
Ketua Umum MUI Din Syamsuddin (kedua kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor MUI, Jakarta, Senin (21/4). MUI mengimbau seluruh parpol Islam agar bersatu untuk membentuk sebuah koalisi strategis di Pilpres 2014 karena ini sebagai tanggung jawab parpol Islam atas kepercayaan publik. 

SERAMBIUMMAH.COM, JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin mengecam kampanye hitam yang banyak menyerang calon pesiden serta mulai maraknya politik uang. Dia meminta agar praktik-praktik kotor itu dihentikan karena menodai demokrasi.

"Kami mengecam black campaign. Fitnah yang mendiskreditkan orang lain yang merajalela dilakukan kedua belah pihak. Kami minta dihentikan. Itu mengurangi kualitas demokrasi dan menimbulkan pertentangan, dihentikan baik nyata maupun tidak nyata," katanya dalam konferensi pers bertajuk Tausiyah Kebangsaan dan Tausiyah Ramadhan 1435 H di Kantor MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/6/2014).

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyerukan kepada publik untuk memilih capres menggunakan rasionalitas dan tidak mudah terpengaruh propaganda.

"Seruan, gunakan pertimbangan rasional yang tidak mudah terpengaruh propaganda," ujarnya.

Din juga menegaskan bahwa MUI sangat menolak praktik-praktik politik uang.

"Politik uang itu adalah suap dan menyuap yang dilaknat Allah. Maka hindarilah politik uang atau politik hitam lainnya yang terjadi selama pemilu," katanya.

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved