Warga Gaza: Kami Ingin Messi, Bukan Misil

Warga Gaza, Palestina, tengah dirundung ketakutan akibat serangan Israel. Tak ada tempat aman.

Warga Gaza: Kami Ingin Messi, Bukan Misil
twitter.com
Pelajar di Gaza

SERAMBIUMMAH.COM - Warga Gaza, Palestina, tengah dirundung ketakutan akibat serangan Israel. Tak ada tempat aman. Kapan pun, misil bisa menghujam, menghancurkan rumah dan merenggut nyawa mereka. Otomatis, kenikmatan hidup mereka sirna. Termasuk para penggemar bola di Gaza. Mereka harus menyaksikan siaran langsung pertandingan final Piala Dunia antara tim nasional Jerman melawan Argentina yang ditayangkan sejumlah stasiun televisi di bawah rasa takut.

Salah Yousef adalah salah satu penggila bola di Gaza. Pemuda 19 tahun itu tak tenang saat menyaksikan pertandingan final dalam ajang empat tahunan itu. Apalagi, untuk menonton televisi, dia harus berjalan 20 menit menuju rumah pamannya. Yousef tak bisa nonton di rumah, karena tak ada aliran listrik. "Saya takut ketika berjalan. Ibu saya terus menelepon sampai saya sampai di rumah," kata Yousef dikutip Saudi Gazette, Senin 15 Juli 2014.

Meski dibalut rasa takut, Yousef tetap menonton tayangan kegemarannya ini. Memang, kata dia, ini sedikit aneh. Mereka harus menghilangkat rasa takut yang menggelayut demi tayangan kebanggaan itu. Rasa takut tak hanya dirasakan warga Palestina. Warga Israel yang tinggal di sekitar Gaza juga tak kalah gemetar. Sebab, kelompok Hamas tak tinggal diam. Pejuang dari Gaza itu juga membalas dengan tembakan roket.

Seperti dialami oleh Gerardo Salom. Dia mengaku membenci pertempuran itu. Akibat jual beli serangan itu, hidup masyarakat tak tenang. Setiap malam, sirine tanda serangan roket meraung-raung. Hasilnya, sama saja dengan warga Palestina, Gerardo juga tak bisa menonton final Piala Dunia dengan jenak.

"Kami ingin Messi, bukan misil," kata Gerardo yang merupakan ekspatriat asal Argentina yang tinggal di Ashkelon, Israel bagian Selatan.

Di Gaza, banyak warga yang menyaksikan siaran langsung final Piala Dunia di luar rumah. Mereka berkerumun di kafe-kafe dan hotel-hotel yang menggelar acara nonton bareng.

Tapi acara seperti ini berbahaya juga digelar di wilayah konflik itu. Sebab, saat pertandingan Argentina melawan Belanda, rudal Israel menyasar sebuah hotel di Palestina yang tengah menggelar acara nonton bareng. Akibatnya 15 dari 28 penonton tewas seketika.

Salah seorang jurnalis lokal, Raed Lafi, serasa kapok atas peristiwa itu. Sehingga, meskipun tak punya listrik, dia memilih menonton Piala Dunia melalui telepon selular dari rumah. Walau harus beradu kepala dengan keenam anaknya yang juga ingin menyaksikan pertandingan melalui layar kecil sebuah telepon genggam.

"Saya tinggal di daerah yang sangat berbahaya, dikelilingi oleh kompleks keamanan (Hamas)," tutur Lafi. Sudah jelas, lingkungannya menjadi target tentara Israel.

Tags
warga gaza
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved