Breaking News:

Masjid Syuhada Jadi Simbol Perjuangan

Masjid Syuhada yang terletak di daerah Kota Baru, Daerah Istimewa Yogyakarta, ternyata memiliki sejarah yang menarik.

net
Masjid Syuhada Kotagede Yogyakarta 

SERAMBIUMMAH.COM,YOGYAKARTA - Masjid Syuhada yang terletak di daerah Kota Baru, Daerah Istimewa Yogyakarta, ternyata memiliki sejarah yang menarik.

Masjid yang dibangun mulai pada tahun 1950 ini adalah masjid yang dibangun untuk menjadi kenang-kenangan bahwa Ibu Kota Indonesia pernah berada di Yogyakarta.

Diakhir tahun 1949, saat Ibu Kota RI di Yogyakarta berlangsung perundingan antara delegasi Indonesia dan Belanda di Gravenhage Belanda. Muncul pemikiran akan kembalinya Ibu Kota RI dari Yogyakarta ke Jakarta.

Maka kemudian timbul keinginan adanya suatu peninggalan, tanda mata dan peringatan untuk Yogyakarta, sebagai Ibu Kota perjuangan, maka dipilihlah masjid.

Muhammad Ansori, Direktur Eksekutif Yayasan Asrama dan Masjid Syuhada menjelaskan pada 23 September 1950 merupakan peletakan batu pertama pembangunan masjid Suyuhada oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, selaku Mentri Pertahanaan RI dan Kepala Daerah DIY pada waktu itu.

Masjid Syuhada merupakan masjid termodern di Yogyakarta pada waktu itu. Dibandingkan masjid lainnya, masjid ini sudah memiliki fasilitas lengkap seperti speaker, telepon, perekam suara.

Pada masa itu masjid telah dielngkapi dengan kamar mandi dan tempat wudu yang modern. Masjid ini pun menjadi cikal bakal berdirinya masjid Istiqal Jakarta.

Bangunan masjid Syuhada memiliki tiga lantai. Terdapat berbagai filosofi yang terkandung dari setiap bagian masjid Syuhada.

Simbol nasionalisme tercermin dari 17 anak tangga, gapura masjid dengan segi delapan, kubah pertama berjumlah empat, dan kubah atas berjumlah lima.

Semua itu menggambarkan tanggal kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

Terdapat 20 ventilasi di ruang bawah yang menandakan 20 sifat Allah SWT, enam jendela di tempat sholat pria sebagai simbol rukun iman, lima ventilasi di tempat khusus iman sebagai simbol hukum Islam, dan dua tiang penyangga di mushola putri sebagai simbol syahadat ain.

“Pemilhan nama Syuhada ditujukan untuk memperingati para pejuang yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada bulan Oktober 1945 banyak pejuang Indonesia yang gugur melawan Jepang dalam pertempuran Kota Baru, selain itu juga untuk menghormati pejuang-pejuang lainya yang meninggal secara sahid,” ungkap Muhammad Ansori

Berita Populer
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved