Begini Mengajari Anak Berpuasa

Meski belum mengalami fase baligh, banyak orang tua mendidik anaknya berpuasa sejak dini

Begini Mengajari Anak Berpuasa
net
ilustrasi 

SERAMBIUMMAH.COM - Meski belum mengalami fase baligh, banyak orang tua mendidik anaknya berpuasa sejak dini. Pendidikan ini dilakukan agar anak dapat terbiasa melakukan ritual puasa ketika mereka baligh nanti.

Menurut Leila Smeily, seorang ahli klinis, untuk membuat anak terbiasa menjalani puasa, orangtua perlu mengajarkan anak cara tepat berpuasa. Pasalnya, berpuasa bagi anak tidaklah mudah, karena aktivitas dan pergerakan mereka yang cenderung lebih aktif.

“Karena itu, anak memerlukan lebih banyak energi dan cairan saat berpuasa,” jelas Leila, dilansir dari gulfnews.com, Minggu (20/7/2014).

Menurut Leila, orangtua harus lebih sigap mempertimbangkan siapa yang sudah siap berpuasa, dan berapa lama anak tersebut bisa menjalaninya.  Pertimbangannya adalah kemampuan anak berpuasa berdasarkan kesehatan, tingkat aktivitas, toleransi terhadap rasa lapar, dan frekuensi makan.

Jika anda ingin mengajarkan anak berpuasa, libatkan anak dalam mengambil keputusan. Mulailah dengan mengurangi asupan makanan dan meminimalisir jumlah makanan secara bertahap sebelum masuknya bulan Ramadhan.

Bagi anak dibawah 8 tahun, katanya, dorong anak untuk berpuasa sampai siang terlebih dahulu. Selanjutnya, anda bisa meningkatkan waktu puasa secara bertahap. Yang paling penting, orangtua disarankan memantau asupan makanan dan memastikan makanan mereka memenuhi kalori dan kebutuhan cairan.

Selama jeda waktu berbuka sampai sahur, beri anak minum yang banyak, dan hindarkan anak dari aktivitas dengan intensitas tinggi agar anak tetap terhidrasi. Pada saat sahur, tubuh anak-anak harus diperkaya dengan serat, seperti sereal, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran. Untuk membuat anak anda kenyang lebih lama, makanan kaya protein tanpa lemak, seperti susu, telur, dan susu juga sangat penting.

Hindari makanan bergula karena hanya akan menambah nafsu makan anak anda. Efek samping lainnya, gula tidak memberikan nutrisi dalam kalori. Hindari pula terlalu banyak makanan asin yang menyebabkan anak anda lebih cepat haus.

Leila menjelaskan, kesalahan yang umumnya dilakukan para orangtua, adalah dengan memaksa anak memakan makanan secara berlebihan saat sahur. Padahal, terlalu banyak makan hanya akan menyebabkan anak mengalami gangguan pencernaan, dan perut kembung. Dalam beberapa kasus, bagilah waktu berbuka anak dalam dua tahap, untuk mencegah makanan terhambat tercerna.

Selain menghindari makanan berkarbonasi (soda); makanan pedas; dan goreng-gorengan, asupan makanan yang harus dijaga adalah makanan yang mengandung unsur 4 sehat 5 sempurna, yang terdiri dari protein, karbohidrat, vitamin, lemak, mineral, dan serat agar anak tetap aktif selama berpuasa.(rol)

Editor: Sigit Rahmawan Abadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved