Breaking News:

Dari Vokalis Band Metal Menjadi Muslimah Bercadar

Mungkin orang-orang yang dahulu mengenalnya akan terkaget-kaget melihat penampilannya yang sekarang.

Editor: Halmien

Kegalauannya itu semakin menjadi ketika Novi mulai berpikir bahwa dirinya tidak bisa seperti ini terus, dirinya harus move on keluar dari zona nyaman bersama teman-teman bandnya ke lingkungan yang berbeda. Mulailah sedikit demi sedikit Novi menghindar dari teman-teman bandnya.

“Mulai dari menjauh dulu dari mereka dan susah dihubungi dengan alasan macam-macam supaya gak latihan, padahal waktu itu sedang persiapan untuk membuat mini album. Teman-teman sampai nyamperin ke rumah, sampai akhirnya mereka bosan ngehubungin saya lagi, udah deh akhirnya resmi keluar,” kenang Novi.

Keluar dari suasana hingar bingar musik metal, Novi mulai menata kembali kehidupannya dengan fokus kuliah agar bisa cepat segera lulus serta menjalin silaturahim dengan teman-teman akhwatnya karena semasa jadi anak band, mayoritas teman Novi adalah laki-laki. Dan sejak itulah benih-benih hidayah mulai memasuki relung hati Novi yang paling dalam. Novi mulai rajin mengikuti pengajian-pengajian, membaca buku-buku agama sampai akhirnya memutuskan untuk mengenakan jilbab yang sesuai syari’at.

Novi juga merasakan bagaimana beratnya waktu awal-awal harus meninggalkan temannya sesama anak band. Namun di masa-masa galau seperti itu banyak teman-temannya akhwatnya yang mensupport dia untuk lebih tegar menjalani hidup.

“Alhamdulillah sudah digantiin Allah dengan teman yang bisa nuntun ke arah yang lebih baik,” kisahnya.

Dituduh sesat

Ada yang unik sewaktu dirinya pertama kali mengenakan kerudung, banyak temannya hanya berkomentar “Dah tobat lu ya” tapi setelah memutuskan untuk mengenakan jilbab yang sesuai syariat, justru pandangan negatif yang sering dilontarkan orang kepadanya.

“Saya dituduh ikutan aliran sesat dan ini sering banget bahkan sampai sekarang masih aja ada yang bilang gitu. Belum lagi tekanan dari keluarga yang bilang kalau pakai jilbab Syar’i susah beraktifitas jadi seperti emak-emak. Bahkan tetangga ada yang ngeliatinnya dari atas sampai bawah terus langsung ngelaporin ke orang tua saya mereka bilang ke orang tua saya ..ati-ati anaknya ikut-ikutan aliran sesat..Laa hawla wala kuwwata Illa billah. Sudah lah ga punya teman, tiap hari dapat omongan seperti itu eh di rumah dapat tekanan juga. Sedih rasanya, jadinya sering galau dan di kamar nangis mulu,” urai Novi dengan nada sedih.

Novi mengakui, dirinya masih agak susah mengkondisikan keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan ia pun jika di lingkungan tempat tinggalnya terpaksa harus melepas cadar, namun dirinya berharap ke depannya ia ingin tetap istiqamah bercadar.

Tantangan seperti itu bagi Novi membuat dirinya berusaha belajar Islam serta mengamalkan Islam lebih baik lagi. Kajian-kajian keislaman secara rutin diikuti oleh Novi dari berbagai ustadz. Bahkan kini ia juga mulai mengkampanyekan penggunaan jilbab syar’i dengan bergabung dengan komunitas SPJ (Solidaritas Peduli Jilbab) cabang Tangerang.

Kini diusianya yang beranjak ke 26 tahun sebagai Muslimah normal, alumni Universitas Bina Nusantara ini berrharap akan datang sosok pria shalih yang melamar dirinya dan menerima segala kekurangan serta kelebihan yang ada padanya. (ipc)

Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved