Breaking News:

Sahkah Salat Jumat Kurang dari 40 Orang

kerjakan tidak sah karena jumlahnya kurang dari 40 orang,dan harus ditambah dengan sholat Zuhur 4 rakaat dan hukumnya adalah fardu kifayah

Editor: Halmien
Warta Kota/angga bhagya nugraha
ilustrasi 

SERAMBI UMMAH.COM - Saya bekerja sebagai PNS disuatu daerah Kal-Bar kebetulan daerah itu mayoritas paling banyak adalah non muslim Katolik,tetap walaupun begitu masih ada mesjid untuk kami Umat Muslim untuk menjalankan Sholat Jum’at.

Dengan jumlah yang tidak banyak (paling banyak 2 shaf dalam sholat jum’at) Alhamdulillah kami melaksanakan Sholat Jum’at, nah suatu waktu Imam kami memberitahukan bahwa sholat Jum’at yang kami kerjakan tidak sah karena jumlahnya kurang dari 40 orang,dan harus ditambah dengan sholat Zuhur 4 rakaat dan hukumnya adalah fardu kifayah.

Apakah itu benar pak ustad? Minta tolong kalau ada Hadist ataupun Firman Allah yang bekenaan dengan Sholat Jum’at tersebut. Sekian dan terima kasih atas Jawaban Pak Ustad

Saudara Hazby Putra yang dimuliakan Allah swt. Diantara dalil-dalil yang menyebutkan kewajiban shalat jum’at adalah firman Allah swt :

Artinya : “Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum’at, Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al Jumu’ah : 9)

Diriwayatkan dari Jabir bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka wajib atasnya shalat jum’at pada hari jum’at kecuali orang sakit, musafir, wanita, anak kecil, atau budak. Barangsiapa yang sedang mencari kekayaan dengan berdagang cukuplah Allah baginya. Dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (HR. ad Daruquthni)

Sedangkan dalam batas minimal jama’ah dibolehkannya shalat jum’at telah terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama :

1. Abu Hanifah dan Muhammad berpendapat bahwa shalat jum’at bisa dilakukan minimal oleh tiga orang selain imam, walaupun mereka orang yang musafir atau orang sakit.

Artinya : “Maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah.” (QS. Al Jumu’ah : 9)

2. Para ulama Maliki memberikan persyaratan jumlah minimal yang hadir adalah 12 orang dalam shalat dan khutbah, sebagaimana riwayat dari Jabir bahwa Nabi saw pernah berkhutbah dengan berdiri pada hari jum’at kemudian datang rombongan dagang dari Syam dan para jama’ah menghampirinya sehingga yang tersisa hanya tinggal dua belas orang saja, kemudian turun firman Allah swt dalam surat al Jumu’ah

Halaman
12
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved